Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ungkap Kesulitan Padamkan Karhutla, Kepala BNPB: Ini Pekerjaan Besar Kita Semua

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Sabtu, 14 September 2019 |17:31 WIB
Ungkap Kesulitan Padamkan Karhutla, Kepala BNPB: Ini Pekerjaan Besar Kita Semua
Kepala BNPB, Doni Monardo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengungkap kesulitan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

"Memadamkan lahan gambut bukan hal mudah. Sudah 42 unit helikopter kita dikerahkan. Belum lagi dukungan dari unsur swasta dan dari TNI dan KLHK, mungkin ada 50 unit helikopter," kata Doni dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Doni, karhutla tahun ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan tahun 2015 silam. Namum jumlah titik api kali ini memang cukup besar.

Karhutla di Riau

Bahkan, kata Doni berdasarkan data yang dimiliki BNPB kebakaran mengahanguskan ribuan hektare dan salah satunya di Provinsi Riau yang menjadi wilayah terbesar terdampak karhutla.

"Jumlah lahan gambut yang terbakar sangat besar. Dari data Januari hingga Agustus 2019, BNPB mencatat kebakaran pada lahan berhutan seluas 328.724 hektare. 27 persen di antaranya, atau 89.563 hektare di antaranya adalah lahan gambut. Lahan gambut yang terluas terbakarnya, itu ada di Riau. Mencapai 40 ribu hektare," terang Doni.

Karhutla

Karena itu, menurut Doni memadamkan karhutla adalah pekerjaan besar bagi semua pihak untuk saling bahu-membahu menyelesaikan masalah tersebut.

"Jadi inilah sebuah pekerjaan besar bagi kita semua. Ketika terjadi kebakaran, memadamkannya sangat sulit," tandasnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement