nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

292 Warga Ketapang Terserang ISPA Dampak Bencana Kabut Asap

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 08:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 17 340 2105741 292-warga-ketapang-terserang-ispa-dampak-bencana-kabut-asap-3zjXAXbaFc.jpg Kabut asap di Kalimantan Barat. (Foto: Okezone)

KETAPANG – Korban infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, sejak 13 hingga 14 September 2019 ada sebanyak 292 warga terserang ISPA dampak bencana kabut asap. Mereka mendapat penanganan di beberapa puskesmas atau rumah sakit yang ada di sana.

Baca juga: Penderita ISPA di Kalimantan Barat Capai 6.025 Orang 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Ketapang Basaria Rajagukguk mengatakan, untuk menyikapi permasalahan ini, pihaknya sudah mengajukan beberapa alat bantu pernapasan, seperti tabung oksigen portabel dan nebulizer.

Kabut asap. (Foto: Okezone)

Alat-alat ini nantinya didistribusikan ke beberapa puskesmas dan posko yang fokus melakukan pemadaman kebakaran lahan. "Nanti jika sudah didapat akan kita distribusikan ke puskesmas dan posko-posko. Untuk obat-obatan sudah distok ke UPTD, jadi biasanya sudah tersedia," jelas Basaria, Senin 16 September 2019.

Baca juga: Dampak Kabut Asap, 4.000 Warga Kotawaringin Barat Kalteng Terserang ISPA 

Selain itu, Dinkes Ketapang juga sudah menempatkan beberapa petugas medis serta pendirian posko di beberapa lokasi yang kabut asapnya sangat parah.

"Kita sudah bekerja sama dengan BPBD, relawan-relawan instansi terkait. Kita sudah ada kegiatan dalam bentuk posko. Selain pembagian masker, kita ada tim kesehatan, untuk memeriksa kawan-kawan atau masyarakat yang terganggu kesehatannya," terang Basaria.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, terlebih orangtua yang memiliki balita, untuk tidak membawa keluar rumah, mengingat daya tahan tubuh anak sesusia itu masih rentan terserang penyakit.

Sementara untuk pihak sekolah diharapkan lebih jeli melihat situasi kabut asap saat ini. Jika tidak memungkinkan melakukan kegiatan belajar-mengajar, maka meliburkan siswa dirasa langkah paling tepat.

Baca juga: Bencana Kabut Asap hingga Dampak Parahnya Merenggut Jiwa 

Kabut asap. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini