nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penderita ISPA di Kalimantan Barat Capai 6.025 Orang

Dina Prihatini, Jurnalis · Senin 16 September 2019 14:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 16 340 2105416 penderita-ispa-di-kalimantan-barat-capai-6-025-orang-Cci6LBN5wZ.jpg Sejumlah siswa SD saat berjalan di kepulan kabut asap (foto: Sindo)

PONTIANAK - Sebanyak 6.025 orang di Kalimantan Barat terkena penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan), akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison mengatakan penderita ISPA di Kalbar terdiri dari balita, anak-anak juga orang dewasa dan para lansia.

"Para penderita ISPA di 14 Kabupaten/Kota di Kalbar terjadi pada minggu ke-37 yaitu pada 8 hingga 14 September 2019 akibat kabut asap," ungkapnya kepada Okezone, Senin (16/9/2019).

 Baca juga: Akibat Kabut Asap, Bandara Supadio Pontianak Hentikan Semua Penerbangan

Menurutnya, penanganan ISPA sendiri terutama kepada mereka yang berada di kawasan perbatasan dan pedalaman Kalbar melalui puskesmas dilakukan dengan managemen terpadu balita sakit (MTBS).

"Terutama yang terkena ini adalah anak-anak dan balita maka kami terus menasehati ibu untuk berada di dalam rumah dan perbanyak minum," tuturnya.

 Kabut Asap

Beberapa langkah, diakuinya telah dilakukan guna mengantisipasi semakin buruknya polusi udara di Kalbar, pihaknya telah membagikan 80 ribu masker gratis kepada masyarakat luas.

"Pembagian masker sudah di lakukan di kabupaten kota sekitar 80 ribu masker," jelasnya.

 Baca juga: Kabut Asap di Pangkalan Bun Kian Parah, Transportasi Sungai Lumpuh Total

Upaya lain yang dilakukan Pemprov Kalbar, dijelaskan mantan Kadinkes Kabupaten Kapuas Hulu ini terus berkoordinasi dengan pihak Kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

"Kita hanya regulator dan upaya yang dilakukan terus mengingatkan dinas kesehatan kabupaten kota termasuk puskesmas dan rumah sakit agar benar menangani dan memperhatikan pasien yang ISPA ini," paparnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat menggunakan pola management terpadu balita sakit untuk menangani pasien ISPA untuk balita.

"Kalau yang dewasa sudah ada SOP sendiri," tegasnya.

 Kabut Asap

Kepada masyarakat juga ditambahkannya, agar dapat mengurangi aktivitas diluar rumah, jika dirumah terdapat ventilasi diberikan kain yang lembab sehingga debu tidak masuk dan lakukan pola hidup bersih dan sehat .

"ISPA ini bisa dikatakan tidak terlalu berat hanya iritasi karena debu asal cepat ditangani tidak dibiarkan, yang ditakutkan nanti anak-anak sesak nafas. Jika ISPA makin parah bisa menuju ke penyakit Pneomoni, ini yang dihindari," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini