nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabut Asap di Pangkalan Bun Kian Parah, Transportasi Sungai Lumpuh Total

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 12:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 340 2103919 kabut-asap-di-pangkalan-bun-kian-parah-transportasi-sungai-lumpuh-total-dJELqggJIq.jpg Kabut Asap di Pangkalan Bun, Kalteng Kian Parah (foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT - Kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng kian parah, Kamis (12/9/2019). Jarak pandang di sepanjang sungai Arut Pangkalan Bun yang merupakan akses transportasi sungai lumpuh total.

Jarak pandang hanya di bawah 10 meter. Kapal kecil (kelotok) yang setiap pagi beraktivitas mengantarkan warga Mendawai Seberang dan Raja Seberang tak berani beroperasi lantaran takut terjadi kecelakaan sesama kelotok.

Baca Juga: Kabut Asap Kian Pekat, Gubernur Kalbar Liburkan Sekolah

“Ya pagi ini sangat pekat asapnya, sebelumnya kemarin masih terlihat rumah rumah di seberang itu, sekarang ini pekat sekali, mata pedih. Saya tidak berani beroperasi,” ujar Hamid, motoris (supir) kelotok.

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Ia berharap, Pemkab Kobar melalui Satgas Karhutla bisa menekan angka kebakaran lahan secepatnya. Sebab kabut asap ini sangat mengganggu aktivitas warga. “Otomatis kalau saya tidak bekerja ya tidak dapat duit. Akhirnya kabut asap berdampak pada perekonomina kami,” ujarnya.

Di tempat yang sama, warga Mendawai Seberang, Soni yang tampak duduk termenung di dermaga sungai mengatakan, dirinya tak bisa pulang ke rumah lantaran tak ada kelotok yang beroperasi. Alhasil ia harus menunggu kabut asap menghilang dan bisa pulang ke rumah.

“Ya ini saya dari jam 06.00 WIB sampai sekarang belum bisa pulang ke Mendawai Seberang. Yah gimana lagi, ini akses paling cepat dan murah menuju rumah saya. Dan saya juga jalan kaki. Kalau memutar lewat jalur darat jauh dan keluar duit lagi untuk bayar ojek,” keluhnya.

Dirinya berharap dan mengimbau kepada pembakar lahan untuk secepatnya mengehentikan aktivitasnya. “Sebab jika sudah kabut asap gini semua orang dirugikan,” pungkasnya.

Baca Juga: Ketua DPRD & Kapolda Jambi Pantau Kebakaran Hutan via Udara

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini