Dendi menjelaskan, lantaran di kiri - kanan kebun tumpang sari milik warga tersebut terbakar, orangutan tersebut hanya mondar mandir di kebun milik warga.
"Pasca menerima laporan, kami meminta mereka memantau pergerakannya dari kejauhan, sambil menunggu kedatangan petugas evakuasi," jelas Dendi.
"Primata itu diketahui sedang berada dibekas lahan yang terbakar, sekira 500 meter dari Jalan Pangkalan Bun - Kolam,” imbuhnya.
Agar orangutan tersebut bisa dievakuasi, petugas kemudian menembakkan peluru bius. Setelah obat bius bereaksi barulah petugas memasukkannya kedalam kandang evakuasi. Dia menjelaskan, petugas terpaksa harus menempuh resiko melintasi lahan gambut yang bagian bawahnya terbakar dalam proses evakuasi.