nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Kirim Pasukan Tambahan Imbas Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 13:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 21 18 2107608 as-kirim-pasukan-tambahan-imbas-serangan-fasilitas-minyak-saudi-B6FJX5GRMP.jpg Fasilitas minyak Arab Saudi yang terkena serangan. (Foto/Reuters)

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump telah menyetujui untuk mengirim tambahan demi meningkatkan pertahanan udara dan rudal Arab Saudi setelah serangan menyasar ke fasilitas Saudi.

Kementerian Pertahanan AS mengatakan penambahan itu akan melibatkan sejumlah pasukan moderat dan pada dasarnya akan bersifat defensif.

"Menanggapi permintaan kerajaan [Arab Saudi], presiden [Donald Trump] telah menyetujui pengerahan pasukan AS, yang akan bersifat defensif dan terutama berfokus pada pertahanan udara dan rudal," kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengutip Reuters, Sabtu (21/9/2019).

"Kami juga akan mempercepat pengiriman peralatan militer ke kerajaan Arab Saudi dan UEA untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mempertahankan diri."

Baca juga: Menlu AS Sebut Serangan ke Fasilitas Minyak Saudi sebagai Pernyataan Perang

Pengumuman itu tampaknya menutup untuk melakukan serangan balasan terhadap Iran setelah serangan itu, yang mengguncang pasar global dan mengekspos kesenjangan besar dalam pertahanan udara Arab Saudi.

Kelompok Houthi yang berpihak pada Iran-Yaman, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke fasilitas minyak Saudi.

Bukti puing senjata

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menunjukkan puing-puing drone dan rudal yang diklaim sebagai bukti bahwa Iran berada di balik serangan terhadap dua fasilitas minyak kerajaan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Kementerian mengatakan bahwa 18 drone dan tujuh rudal jelajah yang menghantam fasilitas-fasilitas tersebut tidak ditembakkan dari wilayah Yaman.

Bukti-bukti itu dipresentasikan pada konferensi pers kementerian pertahanan, di mana puing-puing dari pesawat tak berawak (UAV) dan serangan rudal diletakkan.

Dalam keterangan yang dilansir BBC, Juru bicara Kementerian Pertahanan Kolonel Turki al-Malki mengatakan bukti menunjukkan serangan itu diluncurkan dari utara dan "tidak diragukan lagi disponsori oleh Iran".

Namun, Kolonel Malki mengatakan Saudi masih "bekerja untuk mengetahui dengan tepat titik peluncuran".

Di antara puing-puing tersebut tampak bagian yang diduga sebagai sayap delta dari UAV Iran (kendaraan udara tak berawak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini