"Perlu ditekankan penyelenggaraan Festival Jatiluwih bukan hanya target yang kami tuju. Tapi sebuah edukasi membangun masyarakat melalui karang taruna dan generasi muda," imbuh Nengah yang juga Manajer Operasional Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih.

Pada festival tersebut, para pemuda karang taruna dilibatkan dalam setiap kegiatan seperti workshop, kegiatan pertanian, dan puncak acara. Mereka ikut andil dalam kepanitiaan sehingga bisa belajar cara mengadakan sebuah acara. Harapannya ke depan mereka bisa mengadakan acara sendiri yang membantu mempromosikan pariwisata Jatiluwih.
"Tentu sebagai manajemen operasional kami berharap besar kepada karang taruna karena ke depannya mereka perlu regenerasi sistem di desa, di samping sebuah manajemen nantinya. Kesempatan ini sangat baik sekali untuk mereka," terang Nengah.
Menurutnya banyak pelajaran yang bisa diambil oleh pemuda karang taruna melalui kepanitiaan. Contohnya nilai edukasi tentang bisnis, mengelola sebuah manajemen, dan belajar tentang organisasi. Terlebih di Bali termasuk DTW Jatiluwih cukup banyak organisasi, seperti organisasi subak, organisasi adat, desa, dan kelompok-kelompok tertentu.