nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Jambi Tak Perlu Panik Soal Langit Merah karena Karhutla

Azhari Sultan, Jurnalis · Minggu 22 September 2019 13:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 22 340 2107850 warga-jambi-tak-perlu-panik-soal-langit-merah-karena-karhutla-ePaoAcEMip.jpg Foto: Okezone

JAMBI - Fenomena alam saat terjadi kebakaran hutan disertai kabut asap hingga langit berwarna merah, di Desa Puding, Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, Jambi sontak viral, hingga membuat sebagian masyarakat menjadi panik.

Namun, apa yang menjadi kekhawatiran warganet dan masyarakat tidaklah seperti apa yang dibayangkan.

Menurut Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf J Hadiyanto, berita ataupun video yang beredar sejak kemarin, dimana menampilkan pagi atau siang dengan latar belakang yang memerah seolah-olah seperti malam hari sebenarnya hal biasa.

"Karena berdasarkan pengambilan video dari drone yang diterbangkan pihak Satgas Karhutla tiap hari terlihat jelas bahwa suasana di Kecamatan Kumpeh Ilir biasa saja. Visibility atau jarak pandang masih cukup jauh menjangkau. Kalau diselimuti asap memang iya, terutama menjelang sore hingga pagi hari. Efek merah akan terlihat menjelang magrib dikarenakan dua hal, yaitu pengaruh matahari terbenam dan posisi berada di belakang lahan yang terbakar sehingga nyala api menimbulkan warna merah," terangnya, Minggu (22/9/2019).

Sementara, bila posisi sebaliknya maka kondisi akan terlihat terang dan jauh dari asap.

 Kebakaran Hutan

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasion Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Addi Setiadi mengatakan, fenomena alam seperti itu masyarakat tidak perlu panik.

"Kalau diperhatikan kondisi saat itu banyak kabut asap akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut," katanya.

Pasalnya, sambung dia, akibat dari menumpuknya kabut asap tersebut, sinar matahari tertahan dan tidak langsung ke permukaan tanah.

"Sekarang aja di Kota Jambi, matahari masih berwarna merah di kota Jambi, lantaran masih tertutup kabut asap. Coba diperhatikan lagi, asapnya banyak berkumpul disitu, kalau asapnya nggak ada akan kembali normal," imbuh Addi.

 Kebakaran Hutan

Harapan masyarakat untuk turun hujan, sehingga kondisi alam akan kembali normal dan tidak ada kabut asap haruslah bersabar.

"Bila diperhatikan saat ini, belum ada akan turun hujan, karena prediksi BMKG klimatologinya perkirakan hujannya di bulan Oktober mendatang," tukas Addi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini