Dalam aksi ini, mahasiswa juga meminta DPR RI penghapusan RUU terkait kekerasan seksual, karna menurut mahasiswa ini dibandingkan dengan RUU pertahanan RUU ini sudah masuk ke dalam prolegnas tapi sampai hari ini itu tidak menemui titik terang atau tidak jelas apakah akan disahkan atau tidak.

"Nah jika kita bandingkan dengan RUU pertanahan yang berkesan justru dipercepat prosesnya padahal RUU penghapusan kekerasan seksual lebih dulu. Jadi kami minta konsisten dari pemerintah untuk benar-benar mengeluarkan kebijakan yang hanya pro terhadap rakyat bukan pengusaha ataupun investor itu saja," jelas Mira.
Mahasiswa juga mengancam akan turun dengan jumlah massa yang lebih banyak, apabila tuntutan mereka tak direspon oleh pemerintah.
"Nah solusinya itu kami besok kemungkinan masih turun lagi. Ini aksi awal kami. Besok kami turun lagi dan benar benar memberikan tekanan kepada pemrintah bahwasanya aksi kami akan terus ada sampai kami dapat respon pemerintah pusat," pungkas Mira.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.