Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa di Makassar Tutup Jalan & Bakar Ban Tolak Pengesahan RUU

Herman Amiruddin , Jurnalis-Senin, 23 September 2019 |15:42 WIB
 Mahasiswa di Makassar Tutup Jalan & Bakar Ban Tolak Pengesahan RUU
Aksi mahasiswa di Kota Makassar (foto: Okezone.com/Herman)
A
A
A

MAKASSAR - Sejumlah massa mahasiswa dari aliansi Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas dan menutup penuh jalan provinsi tersebut hingga membuat jalan tersendat.

Aksi mahasiswa ini terkait pengesahan RUU yang melemahkan KPK, serta menolak berbagai pengesahan RUU KHUP, Pertanahan dan revisi undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat kecil.

 Baca juga: Polemik RKUHP, Penundaan Pengesahan hingga Sorotan dari Luar Negeri

Juru Bicara Aliansi Mahasiswa UMI, Mira mengatakan, aksi hari ini menolak segala kebijakan pemerintah pusat yang dianggap tidak pro terhadap rakyat. Mulai dari RUU KHUP dan rancangan undang-undang pertanahan terus revisi undang-undang.

 demo di Makassar

"Belum lagi terkait ketenagakerjaan yang memang notebenenya setiap RUU yang hadir di DPR RI itu memang hanya mementingkan kepetingan pengusaha. Kenapa demikian misalnya saja dimana revisi undang-undang resvisi KPK juga ini hari tidak pro dengan tindak pidana korupsi," kata Mira diwawancara usai melakukan aksi unjuk rasa.

 Baca juga: Ada Demo Tolak RKUHP, Pengamanan di Gedung DPR Diperketat

Misalnya ada undang-undang ITE, kata Mira, sudah di sahkan. Selain itu mahasiswa juga menolak RUU pertanahan dan juga menolak pelemahan terhadap KPK.

"Kami juga menolak penetapan RUU ketenagakerjaan kami juga menolak undang-undang sumber daya air dan mineral. Kami juga sangat-sangat menolak ketika DPR RI pada hari ini bungkam terkait aksi di seluruh kota karna apa ini bukan cuma di Makassar ada juga teman-teman di Jogja juga sedang aksi," tegas Mira.

Dalam aksi ini, mahasiswa juga meminta DPR RI penghapusan RUU terkait kekerasan seksual, karna menurut mahasiswa ini dibandingkan dengan RUU pertahanan RUU ini sudah masuk ke dalam prolegnas tapi sampai hari ini itu tidak menemui titik terang atau tidak jelas apakah akan disahkan atau tidak.

 demo di Makassar

"Nah jika kita bandingkan dengan RUU pertanahan yang berkesan justru dipercepat prosesnya padahal RUU penghapusan kekerasan seksual lebih dulu. Jadi kami minta konsisten dari pemerintah untuk benar-benar mengeluarkan kebijakan yang hanya pro terhadap rakyat bukan pengusaha ataupun investor itu saja," jelas Mira.

Mahasiswa juga mengancam akan turun dengan jumlah massa yang lebih banyak, apabila tuntutan mereka tak direspon oleh pemerintah.

"Nah solusinya itu kami besok kemungkinan masih turun lagi. Ini aksi awal kami. Besok kami turun lagi dan benar benar memberikan tekanan kepada pemrintah bahwasanya aksi kami akan terus ada sampai kami dapat respon pemerintah pusat," pungkas Mira.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement