Ditemui di tempat yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, turunnya jumlah titik api dikarenakan adanya awan kumulonimbus yang bergerak dari arah tenggara atau bagian Australia, menuju barat daya dan barat laut atau ke wilayah Sumatera.
Awan-awan itu bertemu dengan awan dari arah timur laut atau wilayah Filipina, yang kemudian menciptakan hujan di seluruh wilayah Kalimantan, terkecuali wilayah Kalimantan Tengah. Hal inilah yang menyebabkan jumlah titik api di wilayah tersebut masih banyak
"kemudian kenapa Kalteng masih paling banyak? karena pertemuan antarangin yang dari Australia tadi dari tenggara dan yang dari Filipina itu hanya mendapatkan separuh dari wilayah Kalteng," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)