nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gletser Gunung Mount Blanc Ancam Italia Dampak Perubahan Iklim

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 18:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 25 18 2109175 gletser-gunung-mount-blanc-ancam-italia-dampak-perubahan-iklim-qgpWKhnA0u.jpg Gunung Mont Blanc. (Foto/Reuters)

COURMAYEUR - Pihak berwenang Italia telah menutup jalur ke pegunungan Mont Blanc, setelah para ahli memperingatkan adanya ancaman gletser longsor.

Melansir BBC, Rabu (25/9/2019) sekitar 250.000 meter kubik es terancam longsor dari gletser Planpincieux di puncak Grandes Jorasses.

Wali Kota Courmayeur, kota terdekat dengan pegunungan mengatakan bahwa pemanasan global telah mengubah gunung tersebut.

Mont Blanc adalah pegunungan tertinggi di Eropa Barat, memiliki 11 puncak dengan ketingian 4.000 m di Perancis dan Italia dan menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahun.

Baca juga: Perubahan Iklim Bisa Memicu Krisis Pangan Dunia

Baca juga: Habibat Rusak, Beruang Kutub Cari Makan di Tumpukan Sampah

Pada Selasa, Wali Kota Courmayeur, Stefano Miserocchi menandatangani perintah penutupan jalur di Val Ferret di sisi Italia Mont Blanc, setelah para ahli memperingatkan bahwa sebagian gletser meluncur dengan kecepatan 50-60cm per hari.

Dia mengatakan tidak ada ancaman terhadap daerah perumahan atau fasilitas wisata tetapi pondok gunung di daerah Rochefort sedang dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

"Fenomena ini sekali lagi menunjukkan bagaimana gunung melewati periode perubahan besar karena faktor iklim dan, oleh karena itu, sangat rentan," kata Miserocchi.

Para ahli dari pemerintah daerah Valle d'Aosta dan Fondazione Montagna Sicura (Safe Mountain Foundation) mengatakan tidak mungkin untuk memprediksi dengan tepat kapan massa es akan longsor.

Naiknya suhu global menyebabkan pencairan gletser gunung dan mundurnya lapisan es kutub.

Awal bulan ini, puluhan orang mengambil bagian dalam "pawai pemakaman" untuk menandai menghilangnya gletser Pizol di Swiss timur laut.

Gletser, di Pegunungan Glarus, telah menyusut dari ukuran aslinya.

Para ilmuwan mengatakan telah kehilangan setidaknya 80% dari volumenya sejak 2006, sebuah tren yang dipercepat oleh kenaikan suhu global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini