nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pidato di Depan Pemimpin Dunia, Trump Sebut Aktivis Perubahan Iklim 'Nabi Malapetaka'

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 14:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 18 2156573 pidato-di-depan-pemimpin-dunia-trump-sebut-aktivis-perubahan-iklim-nabi-malapetaka-hcKSDWcO2u.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/Reuters)

DAVOS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta kepada para pemimpin ekonomi untuk tidak mendengarkan saran para aktivis perubahan iklim.

Pernyataan Trump itu disampaikan dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, yang menyerang aktivis perubahan iklim Greta Thunberg.

Thunberg yang dinobatkan Majalah Time sebagai Tokoh Tahun 2019 mendesak para pemimpin ekonomi untuk menghentikan emisi.

Namun, Trump menyebut para aktivis perubahan iklim merupakan nabi malapetaka dan mewarisi ramalan bodoh.

"Ini bukan saatnya untuk pesimis," katanya mengutip The Guardian, Rabu (22/1/2020). “Sekarang saatnya untuk optimis. Untuk menuju masa depan yang [lebih baik], kita harus menolak [saran] para nabi melapteka dan prediksi mereka tentang kiamat. Mereka adalah pewaris para peramal kemarin sore yang bodoh.

Baca juga: 47 Suku Asli Brasil Bersatu Melawan Kebijakan Presiden Bolsonaro Terkait Hutan Amazon

Baca juga: Seorang Pastor Sebut Aktivis Iklim Greta Thunberg Dirasuki Roh Iblis untuk Mengendalikan Dunia

Foto/Time

Trump mengambil contoh prediksi yang menyebutkan bahwa pada 1960 akan terjadi krisis kelebihan populasi serta kelaparan massal pada tahun 70-an, tetapi menurutnya itu tidak terbukti.

"Dan berakhirnya minyak pada 1990-an. Mereka ini selalu menuntut hal yang sama, kekuatan absolut untuk mendominasi, mengubah dan mengendalikan setiap aspek kehidupan kita. Kita tidak akan pernah membiarkan sosialis radikal menghancurkan ekonomi kita, menghancurkan negara kita, atau menghapus kebebasan kita," tutur Trump, menambahkan bahwa dia orang yang sangat peduli dengan lingkungan.

Meski demikian Trump tidak menyebutkan darurat iklim, dan dia mendukung rencana menanam pohon dalam skala massal di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu secara terpisah, Thunberg mencemooh rencana penananam pohon ala Trump.

“Rumah kita masih terbakar. Kelambanan Anda memicu api per jam,” kata Thunberg yang juga menjadi pembicara di Forum Ekonomi Dunia.

“Menanam pohon itu bagus, tapi tidak cukup, dan itu tidak dapat menggantikan mitigasi dan alam liar. Kita tidak perlu menurunkan emisi [tapi] harus menghentikan emisi."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini