nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen PBB Minta Negara-Negara Asia Berhenti Gunakan Batubara untuk Atasi Perubahan Iklim

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 04 November 2019 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 04 18 2125531 sekjen-pbb-minta-negara-negara-asia-berhenti-gunakan-batubara-untuk-atasi-perubahan-iklim-vVjJpzAwg2.jpg Sekjen PBB Antonio Gutteres. (Foto/Reuters)

BANGKOK – Pemimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan negara-negara Asia untuk berhenti menggunakan batubara dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan negara-negara di kawasan itu termasuk yang paling rentan terhadap pemanasan global dan harus berada di paling depan untuk menghentikannya.

Guterres mengutip sebuah studi baru yang menemukan bahwa negara-negara Asia berada pada risiko banjir yang disebabkan oleh iklim.

Batubara adalah sumber kekuatan utama di banyak negara Asia.

Berbicara kepada wartawan di Bangkok, ibu kota Thailand, Guterres menjelaskan bahwa perubahan iklim adalah "masalah yang menentukan zaman kita".

Baca juga: Krisis Iklim, Greta Thunberg: Kalian Curi Mimpi dan Masa Kecil Saya

Baca juga: Perubahan Iklim Bisa Memicu Krisis Pangan Dunia

Bos PBB itu mereferensikan sebuah penelitian, yang menemukan bahwa perubahan iklim berptensi menyebabkan banjir rob pada 2050 yang akan berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia.

Mayoritas yang terlibat adalah di negara-negara berkembang di seluruh Asia, kata penelitian itu.

"Orang dapat membahas keakuratan angka-angka ini, yang jelas ada tren ada di sana," ujar Guteres.

Dia mengatakan masalah itu "sangat sensitif" di Asia, di mana sejumlah pembangkit listrik batubara baru direncanakan akan dibangun.

"Kita harus memberi harga pada karbon. Kita perlu menghentikan subsidi untuk bahan bakar fosil. Dan kita perlu menghentikan penciptaan pembangkit listrik baru berbasis batubara di masa depan," kata Gutterres memperingatkan.

Siapa yang berisiko di Asia?

Laporan Climate Central, sebuah organisasi berita nirlaba yang berbasis di AS, mengatakan 190 juta orang akan tinggal di daerah-daerah yang diproyeksikan berada di air pasang pada tahun 2100.

Organisasi itu juga melaporkan bahwa enam negara Asia (China, Bangladesh, India, Vietnam, Indonesia, dan Thailand), meski telah melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca, banjir rob tahunan pada 2050 akan mengancam sekira 237 juta orang imbas perubahan iklim.

China - 93 juta orang

Bangladesh - 42 juta

India - 36 juta

Vietnam - 31 juta

Indonesia - 23 juta

Thailand - 12 juta

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini