JAKARTA – Mahasiswa Al Azhar, Faisal Amir masih dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Pelni, Jakarta, setelah mengalami tindak kekerasan dalam unjuk rasa menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) di depan Gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa 24 September kemarin.
Faisal Amir ditemukan oleh mahasiswa lainnya tidak jauh dari Restoran Pulau Dua, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat massa bentrok dengan polisi.
Faisal Amir sempat terpisah dari rombongan mahasiswa saat polisi bertindak represir memukul mundur massa, namun belakangan ditemukan tekulai lemas tak sadarkan diri dengan luka di kepala, diduga akibat dipukul aparat keamanan. Para mahasiswa selanjutnya membawa Faisal Amir ke RS Pelni.
Kepala Rumah Sakit Pelni, dr Dewi Fankhuning Dyiah mengatakan, pihaknya menerima 13 orang pasien korban demo ricuh di depan DPR. "Sejak tadi malam ada 13 orang, salah satunya adalah polisi yang kini sudah di rujuk ke RS Polri," katanya kepada wartawan, Rabu (25/9/2019).
Baca juga: 254 Mahasiswa dan 39 Polisi Masuk Rumah Sakit Akibat Demo Ricuh di DPR
Dari 13 pasien tersebut, kini 12 orang sudah meninggalkan RS Pelni karena kondisinya stabil, kecuali seorang polisi yang dirujuk ke RS Polri. Namun, hanya satu yang masih dirawat yakni Faisal Amir.
"Hanya satu orang yang merupakan mahasiswa dan kondisi dalam masih perawatan intensif di rumah sakit," ujarnya.