nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Artis Media Sosial Tewas Dibunuh Kakak Usai Unggah Foto Kontroversial Bareng Ulama

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 28 September 2019 20:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 28 18 2110463 artis-media-sosial-tewas-dibunuh-abang-usai-unggah-foto-kontroversial-bareng-ulama-FoyA5W2MTU.jpg Qandeel Baloch. (Foto/Al Jazeera)

MULTAN – Seorang model media sosial tewas oleh kakak lelaki setelah mengunggah foto kontroversial bareng ulama Pakistan.

Saudara laki-laki model itu telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Korban yang bernama Qandeel Baloch (26), ditemukan dicekik di rumahnya di dekat kota Multan pada 2016.

Foto/Global News

Dia tewas setelah memposting gambar cabul di Facebook yang memperlihatkan foto dirinya dengan ulama Mufti Abdul Qawi, yang kemudian ditangkap karena diduga terlibat dalam pembunuhan itu.

Baca juga: Penyanyi Pakistan Hadapi Hukuman Penjara Setelah Ancam PM India dengan Ular

Baca juga: Pria Ini Bakar Istri, 2 Anak dan 4 Saudaranya karena Paranoid Pasangan Selingkuh

Kakak laki-laki Baloch, Mohammed Wasim Azeem, mengaku atas pembunuhannya. Ayah mereka menyalahkan ulama itu yang memicu pembunuhan, di mana Azeem membius dan mencekik saudara perempuannya ketika orang tua mereka tidur di lantai bawah rumah mereka.

Seorang hakim di Multan membebaskan empat tersangka lainnya, termasuk Qawi.

Hampir 1.000 wanita Pakistan dibunuh oleh kerabat mereka setiap tahun. Peristiwa itu disebut "pembunuhan demi kehormatan" karena melanggar norma-norma konservatif dan pernikahan.

Bernama asli Fauzia Azeem, Baloch mengubah namanya dan menjadi bintang media sosial yang provokatif. Ia berasal dari keluarga petani miskin dan bercerai dari suaminya yang telah membakar dan memukulinya.

Baca juga: Perempuan-Perempuan Pakistan Dijadikan Budak Seks di China dengan Kedok Pernikahan

Tidak lama setelah pembunuhannya, ayah Muhammed Azeem bersikukuh dia mencintai anak-anak perempuannya, mendukung semua yang telah dilakukan Baloch dan telah membesarkan anak-anak perempuannya untuk menjadi perempuan muda yang mandiri.

Ibu Baloch, Anwar Bibi, menangis ketika berbicara dengan wartawan di luar pengadilan setelah hukuman dijatuhkan.

"Qandeel membantu kami secara finansial dan dia memberi kami uang agar dapu tetap mengebul. Dia dulu membayar sewa rumah kami, tetapi dengan pembunuhan mendadak oleh putraku, satu-satunya sumber penghasilan kami juga berakhir," katanya mengutip News Au, Sabtu (28/9/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini