Berdasarkan publikasi dari OAG, maskapai yang mendominasi rute internasional di Soekarno-Hatta adalah Garuda Indonesia. Pangsa pasarnya (share of flights at hub) mencapai 26 persen.
Sementara itu, khusus di pasar penerbangan berbiaya hemat, Soekarno-Hatta juga masuk sebagai salah satu bandara paling terkoneksi. Dan masuk dalam daftar Top 25 Low-cost International Megahub Index 2019. Di dalam daftar tersebut, bandara tersibuk dan terbesar di Indonesia ini berada di peringkat ke-8 dengan indeks 78.
Yado Yarismano mengatakan, Angkasa Pura II saat ini tengah fokus mengembangkan pasar penerbangan berbiaya hemat di Soekarno-Hatta, salah satunya melalui ditetapkannya Terminal 2F sebagai low-cost carrier terminal (LCCT).
“Pertumbuhan pasar penerbangan hemat biaya di Soekarno-Hatta cukup menggembirakan setelah ada terminal khusus LCC yaitu LCC Terminal 2F . Pada Januari-September 2019 jumlah penumpang LCC di Soekarno-Hatta mencapai 3,16 juta penumpang atau naik 4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,” ujarnya.
Soekarno-Hatta sebelumnya dinobatkan oleh Airport Council International (ACI) sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia pada 2018 dengan jumlah penumpang mencapai 66,9 juta orang.