Hampir 500 Orang Diselamatkan dari "Rumah Penyiksaan" Berkedok Sekolah Al Quran di Nigeria

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 September 2019 14:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 30 18 2111013 hampir-500-orang-diselamatkan-dari-rumah-penyiksaan-berkedok-sekolah-al-quran-di-nigeria-FofmD4zceu.jpg Para korban yang dikurung di "rumah penyiksaan" di Kadunia, Nigeria. (Foto: AFP)

KADUNA – Hampir 500 pria dan anak laki-laki diselamatkan saat polisi menyerbu sebuah bangunan di Kaduna, Nigeria, yang digunakan sebagai sekolah Al Quran dan fasilitas pemasyarakatan. Polisi menyebut bangunan itu sebagai tempat perbudakan, menemukan banyak di antara penghuninya diikat dengan rantai, mengalami penyiksaan dan pemerkosaan.

Sebuah tanda di bagian depan gedung menggambarkan tempat itu sebagai Pusat Ajaran Islam Ahmad bin Hanbal, yang juga digunakan oleh beberapa orang sebagai tempat untuk mereformasi para pemuda yang perilakunya bermasalah.

Dalam keterangan yang dilansir Reuters, Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Kaduna, Yakubu Sabo mengatakan "perlakuan tidak manusiawi" yang mereka temukan di sana membuat tempat itu mustahil untuk dianggap sebagai sekolah Islam. Tempat itu tidak terdaftar sebagai sekolah, atau fasilitas pemasyarakatan, meskipun membebankan biaya kepada orang tua “siswa”-nya.

Foto: Reuters

Tujuh orang, termasuk beberapa staf sekolah, telah ditangkap. Pemerintah Nigeria mengatakan akan menyelidiki lembaga lain yang mengaku menyediakan studi Al Quran. Ada banyak laporan tentang pelecehan di sekolah-sekolah Al Quran di utara Nigeria, dengan siswa kadang-kadang dipaksa untuk menghabiskan hari-hari mereka mengemis di jalanan.

Jurnalis BBC, Ishaq Khalid mengatakan nanyak keluarga negara mayoritas Muslim itu tidak mampu mengirim anak-anak mereka ke sekolah dan bagi mereka yang mampu seringkali mendaftarkan anak-anaknya di lembaga yang tidak diatur dengan baik.

Salah satu korban sekolah itu adalah Isa Ibrahim, yang dikirimkan oleh keluarganya ke sana dua pekan sebelum penggerebekan polisi, untuk “memperbaiki perilakunya”. Dia mengatakan telah mencoba melarikan diri sehari sebelum polisi tiba.

Foto: Reuters.

Isa menceritakan bagaimana dia dirantai ke generator tua dan juga dikenakan hukuman yang sangat kejam, yang dikenal sebagai "Tarkila", di mana tangan dan kakinya diikat dan dia dibiarkan menggantung dari langit-langit.

"Saya memiliki banyak luka. Hampir semua bagian tubuh saya mengalami cedera," katanya. "Bahkan jika kamu tidur - mereka akan menggunakan tongkat untuk membangunkanmu."

Dia berkata bahwa dia kelaparan dan hanya diberi nasi untuk dimakan. Orang-orang yang dikurung di pusat "kehilangan semua energi kami".

Anak-anak berusia lima tahun termasuk di antara mereka yang diselamatkan dari lembaga, yang diyakini telah beroperasi selama beberapa tahun itu. Sebagian besar narapidana berasal dari Nigeria utara tetapi dua dilaporkan dari Burkina Faso.

Kerabat para siswa dipertemukan kembali dengan anak-anak mereka di sebuah kamp di Kaduna di mana para korban diambil setelah diselamatkan.Beberapa mengatakan mereka telah dicegah untuk melihat anak-anak mereka di sekolah.

"Jika kita tahu bahwa hal ini terjadi di sekolah, kami tidak akan mengirim anak-anak kamis. Kami mengirim mereka menjadi orang tetapi mereka akhirnya diperlakukan tidak baik," kata seorang orangtua bernama Ibrahim, yang telah mengidentifikasi putranya.

Foto: Reuters

Pemerintah Kaduna mengatakan sekarang akan melakukan pemeriksaan pada semua sekolah Al Quran di seluruh negara bagian itu.

"Ini membuka mata kami," kata Komisaris Negara Bagian Kaduna untuk Layanan Manusia dan Pengembangan Sosial Hafsat Baba. Dia menambahkan bahwa jika skala pelecehan ini terjadi di kota utama, dia tidak tahu apa yang mungkin terjadi di daerah pedesaan.

Presiden Muhammadu Buhari mengutuk laporan pelecehan yang mengejutkan di institusi tersebut.

Dia juga mendesak para pemimpin agama dan tradisional untuk bekerja dengan pihak berwenang untuk "mengekspos dan menghentikan semua jenis pelecehan yang diketahui secara luas tetapi diabaikan selama bertahun-tahun oleh komunitas".

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini