Sementara alasan yang ketiga adalah karena Indonesia saat ini tengah mendorong inisiatif ASEAN Outlook on Indo-Pacific yang salah satunya adalah prinsip penghormatan terhadap hukum internasional.
“Ketiga alasan inilah yang membuat Kementerian Luar Negeri RI sangat berkeinginan untuk menyelenggarakan DILA,” kata Damos.
Konferensi yang akan dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi itu nantinya menampilkan pembicara dari Indonesia maupun asing yang merupakan para pakar hukum internasional di bidangnya masing-masing. Konferensi akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, akademisi dan praktisi Hukum Internasional dari negara-negara di Asia serta wakil dari Kementerian/Lembaga terkait.
Dalam konferensi itu akan banyak dibahas mengenai perkembangan hukum internasional khususnya dari negara-negara Asia dan kontribusi negara-negara Asia terhadap perkembangan hukum internasional.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.