Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Situasi Wamena Mulai Kondusif, Perekonomian Kembali Menggeliat

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 03 Oktober 2019 |20:26 WIB
Situasi Wamena Mulai Kondusif, Perekonomian Kembali Menggeliat
Ilustrasi (Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Situasi keamanan di Wamena, Papua, disebut sudah berangsur pulih pasca insiden kerusuhan yang menelan puluhan korban jiwa. Pergerakan ekonomi dan aktivitas masyarakat di daerah tersebut mulai menggeliat seiring dengan proses penegakkan hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

"Situasi mulai pulih dan berangsur normal. Aparat keamanan akan terus menjaga situasi, sekaligus terus mengembangkan penyidikan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku kerusuhan," ucap Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Kamis (3/10/2019).

Situasi pengungsian warga Wamena

Dikatakannya, kemarin aparat kepolisian sudah menahan tujuh orang tersangka dalam insiden kerusuhan di sana. Sejalan dengan itu, Korps Bhayangkara juga akan terus mengejar pelaku lainnya dalam rangka pemegakkan hukum.

"Kemarin kami sudah menahan tujuh tersangka, dan kita akan terus mengejar pelaku lainnya demi sama-sama menegakkan hukum," ujar Paulus.

Tanda perekonomian di Wamena mulai menggeliat terlihat dari mulai ramainya pasar di Jalan Irian untuk menjajakan aneka kebutuhan pokok. Lalu di Jalan Trikora pun sudah mulai ramai dilalui kendaraan para pekerja.

Baca Juga : Ada Benih Separatis, Mahfud MD : Penyelesaian Konflik Papua Harus Bijak

Baca Juga : Warga Jabar di Wamena Minta Pulang, RK: Sedang Kami Evakuasi

Kendati demikian, ia mengakui masih ada pengungsi yang bertahan di sejumlah tempat. Misalnya saja di Polres Jayawijaya dan fasilitas milik TNI di Wamena.

Di daerah tersebut, sektor perdagangan bahan kebutuhan pokok memberi kontribusi kedua terbesar sekitar 16,5%, setelah sektor transportasi dan pergudangan yang menyumbang 18,7%.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement