Tukar Sampah Plastik dengan Tanaman, Salah Satu Langkah Pemkab Purwakarta Jaga Lingkungan

Jum'at 04 Oktober 2019 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 04 1 2112998 tukar-sampah-plastik-dengan-tanaman-salah-satu-langkah-pemkab-purwakarta-jaga-lingkungan-kXQKRvUIuc.jpeg Penukaran sampah plastik dengan tanaman (Foto: Pemkab Purwakarta)

PURWAKARTA – Sampah plastik menjadi persoalan di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena merusak lingkungan dan ekosistem di dalamnya. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat tidak tinggal diam. Berbagai langkah dibuat untuk memimalisir penyebaran sampah plastik yang tidak terkontrol.

"Limbah plastik cukup mengkhawatirkan apalagi tidak bisa terurai secara cepat, sehingga perlu penanganan dan solusi yang tepat,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna, Mustika di Purwakarta, Jumat (4/10/2019).

Salah satu langkahnya adalah dengan rajin mensosialisasikan tentang bahaya sampah plastik. Sejauh ini, sudah banyak OPD yang melakukan, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) serta Dinas Lingkungan Hidup.

Di samping itu, Pemda Purwakarta juga menyediakan tempat sampah khusus sampah plastik kemasan. "Perlu dilakukan program yang massif dan upaya ini terus kita dorong demi terciptanya lingkungan yang sehat," kata Mantan Mojang Purwakarta 1999.

Secara terpercinci, langkah nyata Dispangtan Purwakarta yakni memanfaatkan momen carfreeday di areal Taman Air Mancur Sribaduga untuk memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat melalui Urban Farming On The Road. Hanya dengan menukarkan sampah plastik, masyarakat bisa mendapatkan bibit sayuran berkualitas, bahkan di acara tersebut masyarakat diajarkan cara menanam, memanfaatkan sampah plastik kemasan menjadi barang tepat guna termasuk memberikan edukasi menanam secara hydroponic.

"Edukasi penanaman dengan lahan terbatas, juga masyarakat bisa mendapatkan bibit sayuran dengan hanya menukarkan sampah plastik kemasan," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan yang digagas oleh Bidang Perkebunan dan Holtikultura Dispangtan Purwakarta itu menyasar masyarakat baik anak-anak maupun usia dewasa. Kegiatan tersebut menurutnya sekaligus upaya memaksimalkan masyarakat untuk gemar makan sayur-sayuran.

"Jelas targetnya semua kalangan, bahwa menanam itu menyenangkan bahkan antusias warga bisa kita lihat,apalagi anak – anak," kata Agus.

Untuk sampah plastik lanjut Agus, akan dikumpulkan baik dijadikan pot atau hiasan, atau didistribusikan kepada kelompok masyarakat yang memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan daur ulang barang tepat guna.

"Upaya kita menjaga lingkungan dari sampah plastik yang memang sulit diurai, setelah terkumpul bisa dijadikan barang tepat guna," katanya.

sampah plastik

Bukan hanya Dispangtan, pemanfaatan plastik menjadi barang tepat guna juga dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Dimulai dari Edukasi melalui MPLS pada orientasi siswa, hingga menargetkan tahun 2020 sekolah di Purwakarta bebas dari sampah plastik. Termasuk menyelanggarakan karnaval pakaian daur ulang yang diikuti oleh 52 pelajar SMP perwakilan dari SMP Negeri/Swasta termasuk Sekolah Satu Atap (Satap).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, bagian kampanye waspada sampah plastik setelah itu ada festival film Selamatkan Bumi Kita. "Menyadarkan dan menanamkan memori dalam diri siswa dan guru serta masyarakat pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik," ujarnya di tempat yang sama.

Apalagi komitmen pengurangan sampah plastik sudah diterapkan dimulai dari kegiatan MPLS di sekolah-sekolah. Bahkan komitmen tersebut memili efek positif, siswa SMP di Purwakarta bahkan sudah bisa memanfaatkan sampah daur ulang menjadi karya dan produk tepat guna

"Plastik perlu kita waspadai dan kurangi, sampahnya bisa dimanfaatkan sebagai daur ulang,bahkan siswa sudah ada yang bisa menghasilkan produk seperti pot atau wadah sampah," jelasnya.

Bukan hanya Disdik maupun Dispangtan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta terus melakukan upaya pemahaman pengurangan sampah plastik di antaranya memaksimalkan masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan limbah plastik hingga penyediaan bank sampah.

"Jelas itu komitmen kita dalam menjaga lingkungan, terutama dari limbah plastik," ujar Kepala DLH Purwakarta Deden Guntari. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini