NATO Tipu Pasukannya Sendiri dengan Gadis Tinder Palsu

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 05 Oktober 2019 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 05 18 2113273 nato-tipu-pasukannya-sendiri-dengan-gadis-tinder-palsu-iwmueRNel1.jpg Foto: Reuters.

RIGA - Eksperimen siber rahasia yang dilakukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengungkap bahwa pasukannya yang berpartisipasi dalam latihan gabungan di Latvia ternyata mudah tertipu oleh laman palsu dan profil wanita palsu yang menggoda mereka.

Dilakukan pada musim panas 2018 oleh tim pakar NATO, percobaan dunia maya itu melibatkan penggunaan situs jejaring palsu dan profil aplikasi kencan Tinder palsu untuk mendapatkan informasi sensitif dari pasukan NATO yang tidak curiga.

BACA JUGA: Wanita Muda Dipotong 14 Bagian Usai Bertemu Pria via Aplikasi Cari Jodoh Tinder

Berdasarkan laporan surat kabar Jerman, Der Tagesspiegel yang dilansir RT, Sabtu (5/10/2019) pasukan NATO menggunakan situs palsu, dipasarkan sebagai portal bagi orang-orang yang bertugas di militer, untuk mengobrol tentang tentara dan kehidupan secara umum. Beberapa bahkan memesan pakaian di toko elektronik palsu dan memberikan alamat rumah mereka untuk pengiriman.

Para tentara mencari cinta di Latvia sementara ditempatkan di sana juga tertipu. Di Tinder, aplikasi kencan yang populer, banyak tentara bertukar pesan menggoda dengan seorang wanita fiktif, yang diciptakan para pakar siber NATO. Dua tentara bahkan dilaporkan setuju untuk bertemu dengan wanita-wanita imajiner itu.

BACA JUGA: Terjebak Rayuan, Seorang Tentara India Bocorkan Informasi Militer pada Mata-Mata Pakistan

Meski cerita ini mungkin terlihat seperti humor, sama sekali tidak ada yang lucu ditipu oleh aliansi pertahanan Anda sendiri. Faktanya, menurut Pusat Komunikasi Strategis NATO, yang berlokasi di Riga, Latvia, tes tersebut mengungkapkan bahwa aliansi harus berbuat lebih banyak untuk melindungi pasukannya yang naif, terutama dari rivalnya, Rusia.

NATO telah berulang kali menuduh Moskow menyebarkan berita dan disinformasi di seluruh dunia dan menyalahkan bot Rusia untuk hampir semua isu.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini