nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Palestina Akan Kembali Terima Pembayaran Uang Pajak yang Dikumpulkan Israel

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 05 Oktober 2019 16:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 05 18 2113308 palestina-akan-kembali-terima-pembayaran-uang-pajak-yang-dikumpulkan-israel-PrrY3d6KVZ.jpg Foto: Reuters.

RAMALLAH – Otoritas Palestina (PA) yang mengalami kesulitan keuangan akan kembali menerima pendapatan pajak yang dikumpulkan, mewakili mereka, oleh Israel setelah menolak uang itu selama berbulan-bulan ditahan. Hal itu diungkapkan oleh pejabat Israel dan Palestina pada Jumat.

PA telah berhenti mengambil uang itu karena perselisihan dengan Israel mengenai tunjangan yang dibayarkan kepada keluarga militan Palestina yang terbunuh atau dipenjara oleh Israel.

BACA JUGA: Israel Bekukan Dana Pembayaran Martir Palestina

Perubahan kebijakan dapat membantu PA meredakan krisis keuangan yang semakin parah. Seorang juru bicara Kementerian Keuangan Israel mengatakan bahwa 1,5 miliar Shekel (sekira Rp6 triliun) akan diserahkan kepada PA pada Minggu.

Menteri Urusan Sipil PA, Hussein al-Sheikh mengatakan bahwa setelah pemahaman dicapai dengan Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon pada Kamis, kedua belah pihak akan memulai diskusi tentang berbagai masalah keuangan pekan depan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Reuters)

“Perjanjian itu juga tentang mentransfer pembayaran dari iuran keuangan # PA. Perselisihan itu tetap tentang tunjangan keluarga #penjara dan #martir. Kami bertekad untuk membayar iuran mereka dengan cara apa pun,” kata al-Sheikh di Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (5/10/2019).

Pada Februari, Israel mengumumkan akan memotong sekira 5 persen pendapatan pajak sebesar sekira USD190 juta yang ditransfer ke Otoritas Palestina setiap bulan dari impor yang mencapai Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza yang dikelola Hamas, melalui pelabuhan-pelabuhan Israel.

Jumlah yang dipotong mewakili jumlah tunjangan yang dibayarkan oleh PA untuk keluarga-keluarga Palestina yang dihukum dan dipenjara oleh Israel karena pelanggaran keamanan, termasuk serangan mematikan terhadap Israel.

Menurut data Kementerian Keuangan Palestina, transfer pajak itu mencakup sekira setengah dari anggaran PA. Presiden Palestina Mahmoud Abbas sejak Februari menolak menerima pembayaran pajak sebagian dari Israel, dengan mengatakan PA berhak atas semua uang berdasarkan perjanjian perdamaian sementara.

Israel menyebut tunjangan pada keluarga martir itu sebagai kebijakan “pembayaran untuk membunuh” dan mengatakan hal itu mendorong kekerasan. Orang-orang Palestina memuji saudara-saudara mereka yang dipenjara sebagai pahlawan dalam perjuangan untuk negara merdeka dan keluarga mereka yang layak mendapatkan dukungan.

BACA JUGA: Pajak Ditahan, Palestina Ancam Israel ke ICC

Amerika Serikat mengesahkan undang-undang tahun lalu untuk secara drastis mengurangi bantuan ke PA kecuali mereka menghentikan pembayaran tunjangan tersebut. Pemerintahan Trump tahun lalu memotong ratusan juta dolar bantuan.

Para analis telah memperingatkan bahwa ketidakstabilan keuangan meningkatkan risiko kekerasan meletus di Tepi Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini