nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Peringatkan Turki Jangan Melampaui Batas Serang Suriah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 09:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 18 2114127 trump-peringatkan-turki-jangan-melampaui-batas-serang-suriah-5bBI3gmmIM.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/Reuters)

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump memperingatkan Turki agar jangan melampui batas pada saat melancarkan operasi militer

Pernyataan Trump datang sehari setelah AS memberi izin Turki untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Kurdi di Suriah.

AS menarik kembali 50 hingga 100 "operator khusus" dari perbatasan utara Suriah, di mana mereka menjadi penyangga antara militer Turki dan Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi.

Baca juga: Wajah Bocah 4 Tahun Dampak Perang Suriah

Baca juga: AS Tuding Suriah Gunakan Senjata Kimia

Trump mendapat kritik keras dari Partai Republik karena meninggalkan Kurdi, yang sangat penting untuk mengalahkan Negara Islam (IS).

"Saya telah memberi tahu Turki bahwa jika mereka melakukan sesuatu di luar apa yang kita anggap manusiawi, ekonomi mereka bisa menderita," kata Trump mengutip AFP, Selasa (8/10/2019).

Foto/Reuters

Namun Trump juga mengatakan dia ingin mengakhiri kehadiran militer AS di wilayah tersebut.

"Kami ingin membawa pasukan kami kembali ke rumah dari perang tanpa akhir ini. Kami tidak berperang. Kami mengawasi," lanjut dia.

Seorang pejabat senior pemerintah AS membantah bahwa Trump telah memberikan "lampu hijau" untuk invasi, yang meningkatkan ancaman bahwa ribuan pejuang Negara Islam yang dipenjara oleh suku Kurdi.

"Tampaknya Turki berniat melakukan semacam operasi militer," kata pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan, "Tidak akan ada keterlibatan angkatan bersenjata AS."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi militer dapat "datang setiap malam tanpa peringatan," sementara Kurdi telah bersiap untuk bertempur.

"Yang bijaksana harus bersiap untuk perang," kata Mustefa Bozan, seorang penjaga toko berusia 79 tahun di Ras al-Ain.

Kurdi memimpin Pasukan Demokrat Suriah, yang sangat penting dalam koalisi pimpinan-AS saat mengalahkan Negara Islam.

Turki menganggap pasukan Kurdi sebagai ancaman teror karena mempertahankan hubungan dengan militan Kurdi di Turki.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini