Demonstran Serbu Gedung Parlemen, Pemerintahan Ekuador Dipindahkan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 09 Oktober 2019 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 09 18 2114625 demonstran-serbu-gedung-parlemen-pemerintahan-ekuador-dipindahkan-WFFqU6niJE.jpg Foto: AFP.

QUITO – Demonstran di Ekuador menyerbu masuk ke dalam gedung parlemen di Ibu Kota Quito pada Senin, seiring dengan semakin memanasnya unjuk rasa memprotes kenaikan harga bahan bakar yang diumumkan pemerintah pimpinan Presiden Lenin Moreno. Para demonstran, banyak di antaranya merupakan warga asli Ekuador yang mempersenjatai diri dengan tongkat dan cambuk, menerjang penjagaan keamanan di sekitar gedung parlemen dan menyerbu masuk.

Mereka bergegas masuk ke ruang pertemuan dan menduduki podium, tetapi segera diusir oleh pasukan keamanan. Presiden Moreno kemudian memerintahkan jam malam untuk melindungi bangunan umum dari aksi unjuk rasa tersebut.

AFP, Rabu (9/10/2019) melaporkan bahwa bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di luar gedung Kongres pecah ketika ribuan demonstran berkumpul di Ibu Kota Quito untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar pada demonstrasi massal yang direncanakan untuk Rabu. Mereka sebelumnya telah melakukan upaya untuk menyerbu gedung perlemen pada Senin.

Foto: AFP.

Demonstrasi terhadap kenaikan harga bahan bakar yang telah berlangsung selama hampir sepekan membuat produksi minyak negara Amerika Latin itu berkurang hingga sepertiganya. Protes nasional itu juga membuat Moreno menyatakan keadaan darurat pekan lalu, dan telah memindahkan markas pemerintah ke kota pesisir Guayaquil.

Deklarasi Moreno tentang keadaan darurat gagal menghalangi gerak maju para pengunjuk rasa pribumi dari berbagai penjuru negeri yang telah berulang kali bentrok dengan pasukan keamanan dalam perjalanan mereka ke ibu kota.

Moreno menuduh mantan Presiden Ekuador, Rafael Correa dan Presiden Venezuela mendalangi kekacauan yang terjadi dan berusaha melakukan kudeta. Dia mengatakan mereka menggunakan "kelompok-kelompok pribumi, mengambil keuntungan dari mobilisasi mereka untuk menjarah dan menghancurkan."

Sementara itu Correa menyerukan pemilihan awal, dengan menyebut situasi yang terjaid sebagai "pergolakan sosial yang serius," sambil membantah tuduhan Moreno bahwa ia memicu kudeta.

"Tidak ada kudeta di sini. Konflik dalam demokrasi diselesaikan pada pemilihan," kata Correa yang saat ini tinggal di Belgia dalam sebuah video yang diterbitkan di media sosial. Correa, yang menjabat dari 2007-17, dicari di tanah kelahirannya karena dicurigai memerintahkan penculikan lawan politik ketika dia menjadi presiden.

Ekuador telah diguncang oleh demonstrasi setelah kenaikan harga bahan bakar hingga 120 persen mulai berlaku pada 3 Oktober. Demonstrasi itu sejauh ini telah menewaskan seorang warga sipil dan melukai 77 orang, sebagian besar dari mereka pasukan keamanan. Sebanyak 477 orang telah ditahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini