nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Tolak Permintaan Trump untuk Selidiki Pesaingnya di Pilpres AS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 17:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 18 2114767 china-tolak-permintaan-trump-untuk-selidiki-pesaingnya-di-pilpres-as-5B81dKEO7n.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/Reuters)

BEIJING - China menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk menyelidiki saingannya dari Partai Demokrat Joe Biden dan putranya, Hunter Biden, dengan mengatakan Beijing tidak berniat ikut campur dalam urusan dalam negeri AS.

"China telah lama mengejar prinsip tidak ikut campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain," kata juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang mengutip Reuters, Rabu (9/10/2019).

“Kami tidak memiliki niat untuk campur tangan dalam urusan domestik Amerika Serikat. Posisi kami konsisten dan jelas."

Baca juga: Pembocor Rahasia Kedua Muncul Dalam Kasus Pemakzulan Donald Trump

Baca juga: Gedung Putih Tolak Bekerja Sama dalam Penyelidikan Pemakzulan Trump

Trump mengatakan pekan lalu bahwa Ukraina dan China harus menyelidiki mantan wakil presiden Biden dan putranya, Hunter. Biden adalah mantan wapres era Barack Obama, yang merupakan kandidat terkuat untuk Pilpres AS 2020 dan menjadi saingan Trump.

"[Ukraina] harus menyelidiki Biden, karena bagaimana perusahaan yang baru dibentuk, dan semua perusahaan ini jika Anda melihat – dan China juga harus memulai penyelidikan terhadap Biden," kata Trump.

Foto/Reuters

Trump telah menuduh Hunter Biden menggunakan pesawat Air Force Two pada tahun 2013 untuk mendapat 1,5 milyar dolar AS dari China demi dana ekuitas perusahaan swasta yang dibentuk anak wakil presiden itu.

Demokrat menyebut permitaan Trump kepada negara asing sebagai contoh tindakan memanfaatkan posisinya sebagai presiden untuk kepentingan politik pribadinya.

Trump dianggap telah menyalahgunakan kekuasaannya dengan menekan Ukraina agar menghentikan penyelidikan kriminal yang diduga melibatkan Hunter, putra Biden yang bekerja untuk perusahaan energi Burisma di Kyiv.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini