Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kecelakaan Pesawat yang Tewaskan Sekjen PBB Mungkin Serangan Disengaja

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 09 Oktober 2019 |15:47 WIB
Kecelakaan Pesawat yang Tewaskan Sekjen PBB Mungkin Serangan Disengaja
Sekretaris Jenderal PBB kedua, Dag Hammarskjold. (Foto: AP)
A
A
A

SEBUAH penyelidikan baru menyimpulkan bahwa kecelakaan pesawat misterius yang menewaskan mantan Sekjen PBB pada 1961, mungkin disebabkan oleh "serangan eksternal" yang disengaja.

Dag Hammarskjold terbang dengan misi perdamaian yang kontroversial ke Kongo yang dilanda perang ketika pesawat DC-6 miliknya jatuh di wilayah yang saat ini berada di modern Zambia. Insiden itu terjadi meskipun pesawat tersebut dalam kondisi sempurna dan memiliki awak yang berpengalaman.

BACA JUGA: Kecelakaan Pesawat Misterius Tewaskan Sekjen PBB

Inggris, AS, Afrika Selatan dan Rusia, yang semuanya memiliki pasukan resmi atau tidak resmi yang terlibat dalam konflik sipil di Kongo, dituduh menyembunyikan informasi tentang tragedi itu. Hal tersebut disampaikan dalam laporan terbaru setebal 95 halaman yang dirilis PBB mengenai tragedi tersebut.

Keempat negara itu, bersama dengan sejumlah kekuatan barat lainnya, memiliki kepentingan dalam perang tersebut. Perusahaan-perusahaan internasional besar berusaha untuk mendapatkan akses ke kekayaan mineral di kawasan konflik itu setelah Republik Demokratik Kongo, yang saat Itu bernama Zaire, memerdekakan diri dari Belgia setahun sebelumnya.

Ke negara itulah Hammarskjold, diplomat Swedia yang kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB terbang untuk menjalankan sebuah misi perdamaian.

"Tampaknya masuk akal bahwa serangan eksternal atau ancaman mungkin menjadi penyebab kecelakaan itu, apakah dengan serangan langsung... atau dengan menyebabkan gangguan sementara pada pilot," demikian isi laporan yang disampaikan Mohamed Chande Othman, mantan ketua Mahkamah Agung Tanzania sebagaimana dilansir Independent, Rabu (9/10/2019).

Othman mengatakan bahwa penyelidikan itu dilakukan berdasarkan informasi baru, termasuk penjelasan tentang kemungkinan penyebab, foto-foto lokasi kecelakaan, penyadapan komunikasi yang relevan, peran kontrol lalu lintas udara dan informasi lebih lanjut tentang kapasitas militer berbagai pihak di wilayah tersebut.

"Kehadiran paramiliter asing di area itu, termasuk pilot, dan personel intelijen," berarti serangan tidak dapat dikesampingkan, kata laporan itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement