nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendikbud : Profesi Guru adalah Profesi Masa Depan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 15:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 10 1 2115252 kemendikbud-profesi-guru-adalah-profesi-masa-depan-mTNkNltzh3.jpg Foto: Dok. Okezone

JAKARTA - Peringati hari guru sedunia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan acara memperingati hari guru yang bertemakan "Guru Milenial, Sebuah Profesi di Masa Depan" yang berlangsung di gedung A Kemendikbud Jakarta, Kamis (10/10/2019). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon, para guru, hingga para mahasiswa dari fakultas pendidikan Universitas Prof. Dr. Uhamka serta dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Hari guru sedunia diadakan setiap tahun oleh UNESCO yang diperingati oleh negara-negara anggota UNESCO dan juga dari seluruh anggota negara di dunia setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru. Menurut UNESCO, Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi.

Tema yang diangkat oleh UNESCO tahun ini adalah "Teacher, the Future of the Profession" yang menunjukkan bahwa bahwa pentingnya kehadiran tenaga tenaga guru dalam dunia pendidikan. Kesuksesan sebuah negara berawal dari kualitas pendidikan yang memadai.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, profesi guru adalah profesi yang istimewa yang sekarang menjadi profesi yang bisa kita sejajarkan dengan profesi-profesi impian dari generasi milenial saat ini.

"Pada acara hari ini, kita sama-sama melihat adik-adik mahasiswa dari fakultas pendidikan ini banyak yang hadir pada acara ini, dan juga berdasarkan data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengatakan bahwa mahasiswa yang berkuliah di fakultas pendidikan merupakan mahasiswa dengan persentase terbanyak yakni 23 persen atau sekitar 1,3 juta orang," ujar Muhadjir pada sesi sambutan di acara memperingati hari guru sedunia, Jakarta (10/10/2019).

Disisi lain, Direktur Jeneral Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano mengatakan, berdasarkan data UNESCO di seluruh dunia ada lebih dari 250 juta anak-anak dan remaja yang putus sekolah.

"Namun yang lebih memprihatinkan adalah bahwa lebih dari 600 juta anak dan remaja di seluruh dunia mereka terdaftar dalam program pendidikan resmi, namun tidak mendapatkan hak nya untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena kekurangan tenaga pendidikan alias guru," tandas Supriatno.

"Salah satu penyebab kekurangan pengajar muda atau guru yang ada adalah karena profesi guru masih belum memiliki daya magnet yang tinggi dikarenakan banyak generasi muda yang mengatakan bahwa profesi guru adalah profesi yang menjanjikan untuk masa depan dan juga untuk kehidupan ekonomi yang lebih baik bagi anak-anak muda saat ini," tambahnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa UNESCO akan mengadakan kampanye dan upaya secara menyeluruh dalam melibatkan semua pihak baik pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat untuk meyakinkan anak muda bahwa profesi guru adalah profesi yang menjanjikan masa depan yang cemerlang profesi guru juga adalah profesi yang bisa memberikan kesempatan yang banyak bagi anak muda untuk mengkesplor potensinya.

Menurut UNESCO, profesi guru ini adalah tenaga pengajar muda di usia 30 tahun kebawah. Sebagai contoh, di Perancis pada tahun 2017 jumlah guru muda untuk tingkat pendidikan SD dan SMP adalah 11 persen dari seluruh jumlah guru SD dan SMP yang ada disana. Lalu di Korea meningkat 14% . Terlepas dari demam K-pop dimana-mana ternyata anak muda yang ingin menjadi guru atau anak muda yang saat ini berprofesi sebagai guru menempati angka 14 persen dari seluruh jumlah guru yang ada di Korea. Sedangkan yang terbanyak di dunia adalah di Chili yaitu salah satu negara di bagian Amerika Selatan yang rata-rata jumlah persentase guru muda adalah 21% dari jumlah guru atau tenaga pengajar yang ada di tingkat pendidikan di Chili.

"Tentu harapan kedepannya seperti tema yang unesco UNESCO usulkan tahun ini yaitu "Teacher, the Future of the Profession" memacu kita untuk bekerja bersama dalam unesco mendukung pemerintahan pendidikan dan kebudayaan direktorat jendral guru dan tenaga pendidikan bersama sama untuk memberikan avokasi kepada anak muda kepada kampus-kampus pendidikan kepada institusi pendidikan fakultas ilmu keguruan yang ada di kampus. Agar mereka bisa bersama-sama mengkampanyekan bahwa profesi guru adalah profesi yang diimpikan untuk masa depan," pungkasnya. (ADV) (Wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini