Menurutnya, operator Jabang Tutuka nantinya akan mencarikan kamar yang kosong di 10 rumah sakit yang telah bekerjasama dengan pemkab. Setelah, menemukan kamar, maka pasien tersebut bisa segera dirujuk dalam hitungan waktu yang cukup cepat, terlebih ada 9 operator yang siaga.
"Ada 9 operator yang siaga,sehingga tugasnya mengarahkan pasien yang urgent untuk langsung ditempatkan sesuai rujukan," katanya.
Akan tetapi, nomor layanan call center tersebut, tidak dipublis secara umum. Karena, nomor tersebut hanya terkoneksi dengan bidan dan dokter kandungan di setiap Puskesmas.
Ambu Anne menuturkan alasan digulirkannya layanan tersebut. Karena, dia menilai, selama ini kerap terjadi permasalahan lambatnya penangan pasien di RS. Salah satunya, disebabkan ruangan yang penuh. Dengan begitu, banyak pasien yang hanya ditangani di UGD, atau ditolak dirujuk dengan alasan kamarnya yang penuh.
"Tapi dengan layanan ini, pasien tidak perlu risau. Karena petugas kami yang akan mencarikan tempat untuk rujukannya itu,termasuk siaganya kendaraan ambulan," jelas dia.