Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

8 Polisi Ditahan dan Dipajang Pedemo Ekuador

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 11 Oktober 2019 |14:07 WIB
8 Polisi Ditahan dan Dipajang Pedemo Ekuador
Polisi Ekuador ditahan pedemo. (Foto/Times Daily)
A
A
A

QUITO - Delapan polisi disandera di Ekuador di tengah demonstrasi yang terus berlangsung hingga memaksa pemerintah keluar dari Quito, ibu kota negara itu.

Demonstran memajang tujuh pria dan satu wanita di atas panggung di Quito di hadapan ribuan orang.

Mereka menuntut diakhirinya langkah-langkah penghematan dan pengunduran diri Presiden Ekuador Lenin Moreno, yang menyatakan keadaan darurat pada pekan lalu dan pindah ke kota Guayaquil.

Baca juga: Demonstran Serbu Gedung Parlemen, Pemerintahan Ekuador Dipindahkan

Baca juga: Presidennya Disebut Pembohong, Ekuador Usir Dubes Venezuela

Beberapa tewas dalam aksi unjuk rasa yang berujung kekerasan.

Foto/Reuters

Protes dimulai setelah pemerintah mengumumkan diakhirinya subsidi bahan bakar pada minggu lalu, sebagai bagian dari perjanjian pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Harga bensin melonjak dan ribuan orang turun ke jalan. Dalam beberapa hari terakhir, pedemo telah mendirikan barikade, menyerbu gedung-gedung dan bentrok dengan pasukan keamanan, yang telah mencoba membubarkan massa dengan gas air mata.

Unjuk rasa di Ekuador telah menjatuhkan tiga presiden dalam beberapa dekade terakhir.

Saat ini para pengunjuk rasa telah menyandera puluhan petugas di berbagai lokasi di Ekuador sejak kerusuhan dimulai.

Kelompok-kelompok telah membentuk barikade di Quito dan bentrok dengan pasukan keamanan, dengan ribuan orang lagi berdatangan ke ibu kota untuk bergabung berunjuk rasa.

Moreno mengatakan, subsidi bahan bakar, yang menghabiskan biaya pemerintah sebesar USD1,3 miliar setiap tahun, tidak lagi terjangkau.

Menghilangkan subsidi, diperkenalkan pada tahun 1970-an, adalah bagian dari rencana untuk menopang perekonomian Ekuador yang lesu dan meringankan beban utang.

Pemerintah telah setuju untuk memotong pengeluaran publik sebagai bagian dari kesepakatan pinjaman yang disepakati dengan IMF pada bulan Maret, yang memungkinkan Ekuador untuk meminjam USD4,2 miliar.

Demonstran menuntut agar Moreno merobek perjanjian.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement