nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Penyebab Kebakaran di Gunung Arjuno Terus Meluas

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 07:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 12 519 2116012 ini-penyebab-kebakaran-di-gunung-arjuno-terus-meluas-kLIW2Krm3T.jpg Gunung Arjono terbakar (foto: ist)

MALANG - Kawasan hutan konservasi di Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo yang merupakan area pendakian ke Gunung Arjuno, kembali terbakar.

Titik api pertama kali diketahui di wilayah Curah Seriti, Malang pada Kamis malam 10 Oktober2019. Namun hingga Jumat petang api juga telah menyebar ke Blok Sawahan Ringgit dan Blok Gumandar yang berada di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Di tiga lokasi ini titik - titik api dilaporkan semakin membesar. Bahkan petugas mengalami kesulitan mengendalikan api di Petak Curah Seriti lantaran berada di ketinggian 2.300 mdpl dengan kemiringan 70 derajat dengan medan yang terjal.

 Baca juga: Hutan Gunung Arjuno Terbakar, Kobaran Api Terlihat hingga Malang

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura R. Soerjo, Ahmad Wahyudi mengatakan, titik api tersulit berada di Curah Seriti, selain medan terjal ketinggian di 2.300 mdpl membuat petugas kesulitan membawa peralatan pemadaman, hingga kebakaran meluas di lokasi.

"Lokasinya berada di ketinggian 2.300 mdpl dengan kemiringan bukit mencapai 70 derajat. Itu sangat sulit bagi kami," tutur Wahyudi saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (12/10/2019).

 Kebakaran Hutan

Guna memadamkan api, petugas gabungan berusaha untuk membuat sekat di kawasan Petak Curah Seriti.

Selain Curah Seriti, dua kawasan lain yakni Blok Sawahan Ringgit dan Blok Gumandar di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pun ikut terbakar.

"Hingga malam petugas kami di lapangan masih berjuang memadamkan api dengan cara manual memukul - mukul api dengan ranting dan dahan, serta pembuatan sekat," ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin 7 Oktober 2019 dua kawasan di Gunung Arjuno yakni di Blok Sidomulyo. Tercatat sudah lebih dari 4 kali kawasan Tahura R. Soerjo yang menjadi pintu masuk pendakian ke Gunung Arjuno terbakar.

BPBD Kota Batu bahkan sempat menetapkan tanggap darurat bencana kebakaran hutan pada media Juli akhir hingga Agustus awal 2019 lalu. Hal ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan memadamkan api dengan mengerahkan helikopter.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini