Devi megambil contoh, misalnya terjadi ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan media massa. Dalam kondisi itu, masyarakat justru lebih memilih percaya pada informasi yang tersebar di media sosial. Padahal, medsos seperti alam rimba yang informasinya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.
Walhasil, masyarakat lebih banyak termakan nformasi bohong atau hoaks. Dampak terparah dari maraknya hoaks ialah menumpulkan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, Devie mengajak semua pihak untuk lebih jeli dalam memilah informasi. Pun demikian, ia mengimbau publik membumikan kembali toleransi demi mencegah tumbuh suburnya radikalisme.
"Paling tidak kita harus kembali ke local wisdom dan economic well being. Local wisdom salah satunya adalah toleransi," ucapnya.
(Angelina M Donna Ariyanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.