nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurdi Capai Kesepakatan dengan Pemerintah Suriah untuk Hadapi Serangan Turki

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 10:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 14 18 2116535 kurdi-capai-kesepakatan-dengan-pemerintah-suriah-untuk-hadapi-serangan-turki-UjhsWWNiGo.jpg Foto: AFP.

DAMASKUS - Pasukan Kurdi di Suriah mengatakan bahwa pemerintah Suriah telah setuju untuk mengirimkan tentara ke perbatasan utara untuk mencoba menghambat ofensif Turki terhadap milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi.

Media pemerintah Suriah sebelumnya melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah dikerahkan ke perbatasan utara. Langkah itu diambil mengikuti keputusan Amerika Serikat (AS) yang menarik semua pasukannya yang tersisa dari daerah itu karena situasi "tidak dapat dipertahankan" di sana.

BACA JUGA: Sebut Milisi Kurdi Sebagai "Pengkhianat Negara", Pejabat Suriah Ogah Lanjutkan Perundingan

Serangan Turki, yang diluncurkan pekan lalu, ditujukan untuk memaksa pasukan Kurdi keluar dari sepanjang daerah perbatasan.

Daerah-daerah di bawah kendali Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, sekutu utama AS di wilayah itu, telah dibombardir selama akhir pekan, dengan pasukan Turki memperoleh kemajuan di dua kota perbatasan utama.

Puluhan warga sipil dan pejuang tewas di kedua belah pihak.

Serangan Turki dan penarikan pasukan AS dari utara Suriah telah menimbulkan kecaman internasional, karena SDF adalah sekutu utama Barat dalam pertempuran melawan IS di Suriah.

Namun Turki memandang elemen-elemen kelompok Kurdi dalam pasukan tersebut sebagai teroris dan mengatakan mereka ingin mengusir mereka dari "zona aman" yang membentang sejauh 30 km ke Suriah.

Turki juga berencana untuk memukimkan kembali lebih dari tiga juta pengungsi Suriah yang saat ini berada di Turki dalam zona tersebut. Banyak dari mereka bukan orang Kurdi. Para kritikus memperingatkan langkah ini bisa mengarah pada pembersihan etnis penduduk Kurdi setempat.

Pemerintah yang dipimpin Kurdi di Suriah utara mengatakan tentara Suriah akan dikerahkan di sepanjang perbatasan sebagai bagian dari perjanjian antara pihaknya dengan Damaskus.

Penempatan ini akan membantu SDF dalam menghadapi "agresi ini dan membebaskan daerah-daerah yang telah dimasuki tentara dan tentara bayaran Turki", katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, Senin (14/10/2019).

Langkah itu juga "membuka jalan untuk membebaskan sisa kota-kota Suriah yang diduduki oleh tentara Turki seperti Afrin", tambahnya.

Kesepakatan itu merupakan perubahan signifikan dalam aliansi untuk Kurdi, setelah kehilangan perlindungan militer dari AS, mitra jangka panjang mereka di wilayah tersebut.

Belum diketahui apa komitmen pemerintah Suriah dalam kesepakatan tersebut. Namun, Pimpinan SDF Mazloum Abdi mengakui "akan ada kompromi yang menyakitkan" dengan pemerintah Assad dan sekutu Rusia-nya.

“Kami tidak percaya janji mereka. Sejujurnya, sulit untuk mengetahui siapa yang harus dipercaya," tulis Abdi dalam sebuah artikel di majalan Foreign Policy.

BACA JUGA: Dampak Serangan Turki, Ratusan Kerabat IS Melarikan Diri dari Kamp di Suria

"Tetapi jika kita harus memilih antara kompromi dan genosida rakyat kita, kita pasti akan memilih kehidupan untuk rakyat kita."

Kesepakatan itu dibuat menyusul langkah mengejutkan Presiden AS Donald Trump pekan lalu, untuk menarik puluhan tentaranya dari kantong di timur laut. Langkah tersebut secara efektif membuka jalan bagi operasi Turki melawan para pejuang Kurdi.

Pada saat itu, SDF menyebut langkah tersebut sebagai "tikaman di belakang".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini