nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebut Milisi Kurdi Sebagai "Pengkhianat Negara", Pejabat Suriah Ogah Lanjutkan Perundingan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 15:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 11 18 2115711 sebut-milisi-kurdi-sebagai-pengkhianat-negara-pejabat-suriah-ogah-lanjutkan-perundingan-PW6ug5jXgr.jpg Foto: Reuters.

DAMASKUS - Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Maqdad pada Kamis menyebut milisi pimpinan Kurdi yang didukung Amerika Serikat (AS) sebagai pengkhianat negara. Maqdad bahkan menuduh milisi pimpinan Kurdi sebagai agenda separatis yang memberi Turki alasan untuk melanggar kedaulatan Suriah.

Ditanya tentang apakah Damaskus seharusnya melanjutkan dialog dengan pasukan pimpinan Kurdi yang menghadapi serangan Turki untuk mengusir mereka dari timur laut Suriah, Maqdad mengatakan "kelompok-kelompok bersenjata ini telah mengkhianati negara mereka dan melakukan kejahatan terhadapnya."

BACA JUGA: Turki Gempur Milisi Kurdi Suriah, Tewaskan Ratusan Orang, Puluhan Ribu Mengungsi

"Kami tidak akan menerima dialog atau pembicaraan dengan mereka yang menjadi sandera pasukan asing... Tidak akan ada pijakan bagi agen Washington di wilayah Suriah," kata Maqdad kepada wartawan di kantornya di Damaskus sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (11/10/2019).

Seorang pejabat Kurdi Suriah mengatakan awal pekan ini bahwa pihak berwenang yang dipimpin Kurdi di Suriah utara dapat membuka pembicaraan dengan Damaskus dan Rusia untuk mengisi kekosongan keamanan jika terjadi penarikan penuh pasukan AS dari daerah perbatasan Turki.

Seorang komandan tinggi juga dikutip mengatakan satu pilihan bagi Kurdi adalah menyerahkan kembali wilayah yang mereka kuasai kepada pemerintah Suriah.

Milisi Kurdi YPG dibantu oleh Pemerintah Suriah untuk mengendalikan sebagian besar kota-kota yang didiami warga etnis Kurdi pada hari-hari awal konflik, saat Damaskus mengalihkan perhatiannya untuk memadamkan demonstrasi terhadap pemerintahan Presiden Bashar al Assad yang kemudian berubah menjadi pemberontakan bersenjata.

BACA JUGA: Turki Luncurkan Serangan Darat dan Udara ke Suriah

Pasukan YPG Kurdi Suriah tidak pernah melawan pemerintah selama perang, bahkan mengakomodasi kehadiran pemerintah Suriah di kota utamanya Qamishli dan memiliki bisnis penjualan minyak ilegal yang menguntungkan dengan Damaskus.

Namun, Damaskus enggan menyerahkan tingkat otonomi yang diinginkan Kurdi Suriah. Pemerintah Suriah awal tahun ini mengancam pasukan Kurdi yang didukung AS dengan serangan militer jika tidak menyetujui pengembalian otoritas negara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini