nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor PM Australia Tak Sengaja Kirimkan Dokumen Rahasia ke Jurnalis dan Media

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 15:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 14 18 2116669 kantor-pm-australia-tak-sengaja-kirimkan-dokumen-rahasia-ke-jurnalis-dan-media-Xl501K08gB.jpg Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (Foto: Reuters)

SYDNEY – Kantor perdana menteri Australia secara tidak sengaja mengirimkan topik pembahasan rahasia yang seharusnya ditujukan untuk anggota parlemen koalisi, kepada media.

Dokumen itu dimaksudkan untuk mempersiapkan koalisi pemerintah, Partai Liberal-Nasional terkait dimulainya kembali sesi parlemen pada Senin. Namun, alih-alih dikirimkan ke anggota parlemen koalisi, dokumen tersebut justru dikirimkan kepada para jurnalis dan media, termasuk media asing seperti Xinhua, demikian diwartakan ANI, Senin (14/10/2019).

BACA JUGA: Ribuan Dokumen Rahasia Australia Dijual di Toko Barang Bekas

Surel yang membahas mengenai berbagai hal, termasuk meningkatnya jumlah pencari suaka, pajak, konflik di Suriah, Kesepakatan Paris terkait iklim, dan pendiri Wikileaks, Julian Assange itu memberikan strategi kepada para politisi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang mungkin ditanyakan para jurnalis atau anggota kubu oposisi.

Dokumen sepanjang 8.200 kata itu memberikan panduan bagaimana para politisi koalisi sebaiknya merespons pertanyaan yang diajukan. Misalnya, mendesak para politisi mengalihkan pertanyaan terkait laporan perubahan iklim IMF yang mengklaim bahwa Australia mungkin tidak memenuhi target 2030, dengan mengatakan “kami akan memenuhi target tanpa memperkenalkan pajak karbon... Saat Partai Buruh (oposisi) berkuasa dan memperkenalkan pajak karbon, harga energi meningkat dan industri mengancam membawa pekerjaan keluar negeri.”

BACA JUGA: Informasi Rahasia Australia Dijual Mata-Mata

Sementara Perdana Menteri Scott Morrison belum berkomentar mengenai masalah ini, Jaksa Agung Christian Porter menganggapnya bukan merupakan masalah besar. Kepada radio ABC pada Senin pagi, Porter mengatakan bahwa hal seperti itu terjadi dari waktu ke waktu di dunia politik modern.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini