nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Dokumen Rahasia Australia Dijual di Toko Barang Bekas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 12:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 01 18 1853133 ribuan-dokumen-rahasia-australia-dijual-di-toko-perabot-bekas-XOFNfsJjWX.jpg Ilustrasi: Shutterstock

CANBERRA - Pemerintah Australia melakukan penyelidikan penting terkait hilangnya ribuan dokumen rahasia pemerintah yang dijual bersama lemari arsip bekas dan kemudian didapatkan oleh kantor media besar. Lemari arsip itu dijual di sebuah toko perabotan di Canberra dengan harga diskon karena terkunci dan tidak ada yang memiliki kuncinya.

ABC belum mengidentifikasi pembeli yang dilapokan membeli lemari itu dengan harga sangat murah dan membiarkannya terkunci selama berbulan-bulan. Saat lemari itu dibuka dengan menggunakan bor, di dalamnya ditemukan ribuan dokumen Kabinet Australia yang mencakup lebih dari satu dekade masa pemerintahan dan empat perdana menteri, dengan yang paling baru berasal dari masa jabatan Tony Abbott sebelum digantikan oleh Malcolm Turnbull pada 2015.

Kantor berita itu belum mengatakan kapan dokumen-dokumen tersebut ditemukan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, ABC telah menggunakan informasi di dalamnya untuk melaporkan kisah-kisah yang memalukan bagi pemerintahan mantan Perdana Menteri Kevin Rudd dan Abbott serta sejumlah anggota parlemen yang saat itu menjabat.

ABC melaporkan hampir semua dokumen yang diperolehnya dirahasiakan dengan klasifikasi termasuk "rahasia sangat penting", "sensitif," dan "hanya untuk dilihat warga Australia." Kantor berita pelat merah Australia itu juga mengatakan bahwa mereka memilih untuk tidak melaporkan beberapa dokumen atas pertimbangan keamanan nasional.

Diwartakan Associated Press, Kamis (1/2/2018), dokumen-dokumen tersebut mencakup isu penting seperti prioritas intelijen Australia dan rencana kontraterorisme, detail peningkatan rudal, profil tersangka militan dan keinginan Australia pada 2010 untuk lebih banyak bekerja sama dengan Indonesia untuk menghentikan pencari suaka mencapai pantai Australia di kapal nelayan.

Salah satu dokumen mengacu pada audit yang mengungkapkan bahwa Polisi Federal Australia telah kehilangan hampir 400 berkas keamanan nasional selama lima tahun yang berakhir pada 2013.

Dari dokumen yang ditemukan juga terungkap bahwa seorang mantan menteri keuangan Australia telah meninggalkan 195 surat rahasia di kantor lamanya ketika pemerintahannya dilengserkan pada 2013.

Dokumen-dokumen Kabinet Australia biasanya dirahasiakan selama 20 tahun, sebelum dipublikasikan dalam bentuk yang telah banyak diredaksi.

Rory Medcalf, kepala National Security College Australian National University, menyebut penemuan dokumen-dokumen yang dibuang itu sebagai sebuah peristiwa yang "sangat aneh dan memalukan" dari perspektif keamanan dan politik nasional. Metcalf juga mengatakan bahwa insiden ini dapat membuat sekutu-sekutu Australia, termasuk Amerika Serikat khawatir.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini