Image

Australia Angkat Isu Korut dan Terorisme Filipina Selatan di KTT ASEAN

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 12 November 2017, 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 12 18 1812737 australia-angkat-isu-korut-dan-terorisme-filipina-selatan-di-ktt-asean-MenfGvZLkP.JPG PM Australia Malcolm Turnbull menganggap Presiden Jokowi sangat penting untuk menangkal ekstremisme di kawasan (Foto: Jorge Silva/Reuters)

HONG KONG – Sebagai salah satu peserta KTT ke-31 ASEAN, Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull merasa perlu mengangkat isu Korea Utara dan terorisme sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan. Pernyataan itu diberikan Turnbull saat berada di Hong Kong.

Menurut pria berkacamata itu, Korea Utara adalah sebuah rezim kriminal. Turnbull menganggap bahwa Korea Utara adalah ancaman terbesar bagi kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara yang negara-negaranya tergabung dalam ASEAN.

“Mereka adalah operator yang licik,” ujar Turnbull, mengutip dari Reuters, Minggu (12/11/2017). Ia lantas mengimbau agar sanksi ekonomi terhadap negara serba tertutup itu ditambah.

Isu lain yang hendak diangkat oleh Negeri Kanguru adalah terorisme di Filipina Selatan. Turnbull menyatakan siap berdiskusi lebih lanjut dengan Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte. Pada September, Australia siap untuk mengirim tentaranya guna melatih angkatan bersenjata Filipina untuk menghadapi terorisme di Marawi.

BACA JUGA: Bantu Perangi Terorisme, Australia Siap Perluas Bantuan Keamanan ke Filipina

PM Turnbull menekankan pentingnya bantuan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam menangkal ekstremisme Islam sebagai kepala negara yang berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Ia menganggap Jokowi sebagai figur yang kuat di kawasan.

BACA JUGA: Awali Hari Kedua KTT APEC, Presiden Jokowi Ngobrol Santai dengan PM Australia

“Dia (Presiden Jokowi) berbicara dengan nada yang kuat ketika mengatakan bahwa Islam cocok dengan demokrasi dan moderasi. Dia adalah suara yang kuat untuk moderasi di kawasan,” tukas pria berusia 63 tahun itu.

PM Turnbull dan Presiden Jokowi sebelumnya bertatap muka menjelang KTT APEC di Da Nang, Vietnam. Saat itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta kepada PM Turnbull agar pemerintah Australia turut serta memulihkan kota Marawi setelah dilanda peperangan. Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia akan mengirimkan ulama-ulama untuk menyebarkan Islam yang moderat ke Marawi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini