nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Nigeria Bebaskan Puluhan Pria dari Penyiksaan Berkedok Sekolah Islam

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 18 2117170 polisi-nigeria-bebaskan-puluhan-pria-dari-penyiksaan-berkedok-sekolah-islam-0zU6PmfIXj.jpg Foto: Reuters.

MAIDUGURI – Polisi di utara Nigeria menyelamatkan hampir 70 pria dan anak laki-laki dari sebuah bangunan berkedok sekolah agama Islam di mana mereka dibelenggu dan mengalami “perlakuan merendahkan dan tidak manusiawi”.

Penggerebekan di Katsina, negara bagian barat laut asal Presiden Muhammadu Buhari, terjadi kurang dari sebulan setelah sekira 300 pria dan anak laki-laki dibebaskan dari sekolah Islam di Negara Bagian Kaduna, tempat mereka diduga disiksa dan dilecehkan secara seksual.

BACA JUGA: Hampir 500 Orang Diselamatkan dari "Rumah Penyiksaan" Berkedok Sekolah Al Quran di Nigeria

"Dalam proses penyelidikan, enam puluh tujuh orang dari usia 7 hingga 40 tahun ditemukan dibelenggu dengan rantai," kata juru bicara kepolisian Katsina Sanusi Buba dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (15/10/2019). "Para korban juga ditemukan telah mengalami berbagai perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat."

Penggerebekan terjadi pada 12 Oktober di Sabon Garin di daerah pemerintah daerah Daura di Negara Bagian Katsina. Polisi mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk menyatukan kembali para korban dengan keluarga mereka.

"Mereka hanya memukuli, melecehkan dan menghukum kami setiap hari dengan alasan mengajari kami," kata Lawal Ahmad, seorang korban berusia 33 tahun dengan berlinangan air mata. "Mereka tidak mengajar kami demi Tuhan."

Lawal mengatakan bahwa dia menyaksikan pelecehan seksual, pemukulan dan kematian tahanan lain selama dua tahun berada di sana.

Polisi menangkap seorang pria, Mallam Bello Abdullahi Umar, 78 tahun, karena menjalankan apa yang mereka sebut “rumah tahanan / penahanan ilegal”.

Sekolah-sekolah Islam, yang dikenal sebagai Almajiris, umum ditemukan di bagian utara Nigeria yang mayoritas Muslim. Muslim Rights Concern (MURIC), sebuah organisasi lokal, memperkirakan sekira 10 juta anak dididik di sekolah-sekolah tersebut.

BACA JUGA: Ribuan Guru Dipecat karena Tidak Mampu Kerjakan Soal Ujian SD

Setelah penggerebekan di Kaduna, Presiden Muhammadu Buhari mengeluarkan pernyataan yang menyerukan otoritas tradisional untuk bekerja dengan pemerintah untuk mengekspos "praktik budaya yang tidak diinginkan yang mengarah pada pelecehan anak-anak” dengan kedok sekolah-sekolah Islam tersebut.

Kantor Buhari menolak untuk segera mengomentari penggerebekan di Katsina, mengatakan akan mengeluarkan pernyataan setelah pengarahan penuh dari polisi.

"Perintah itu memerintahkan orang tua untuk berhenti membawa anak-anak mereka ke pusat penahanan / rehabilitasi ilegal, tidak sah atau tidak disetujui," kata pernyataan polisi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini