BEKASI - Gara-gara hal sepele, Muhammad Zukri tewas ditusuk oleh seorang kakek berinisial RD (69), Minggu 13 Oktober 2019. Penusukan tersebut dilatarbelakangi adu mulut.
Kapolsek Pondokgede, Kompol Suhari mengatakan, sebelumnya korban dan pelaku bertemu di sebuah pos di Perumahan Jatiwaringin Asri Blok B RT 06 RW 13 Kelurahan Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pos tersebut sering digunakan pelaku untuk beristirahat.
"Si korban dan pelaku saling tatap. Dan korban bilang ke pelaku, ngapain liat gua, dan dijawab pelaku, apa?" kata Suhari, Selasa (15/10/2019).
Baca juga: Anggota TNI Ditusuk Akibat Perkelahian di Tempat Biliar Depok, 1 Tewas dan 1 Terluka
Keesokan harinya sekira pukul 09.30 WIB, antara pelaku dan korban saling berpapasan di jalan. Pelaku lantas bertanya kepada korban perihal ucapannya kemarin. Bukannya menjawab, korban malah menimpuki pelaku dengan batu, hingga membuat pelaku naik pitam.
"Korban mengambil batu dan melempar ke arah pelaku, kena lengan kanannya. Pelaku marah dan mengeluarkan pisau yang selalu dia bawa. Lalu korban ditusuk satu kali di bagian rusuk sebelah kanan," paparnya.

Korban seketika terjatuh dan berteriak minta tolong hingga warga berdatangan. Sedangkan pelaku berjalan ke arah pos yang tak jauh dari lokasi. Satpam setempat mencoba menghampiri pelaku, namun ditodong dengan pisau. Seorang warga lain berusaha menenangkan pelaku dan berhasil meminta pisau dari tangan pelaku.
"Pelaku lalu diamankan dan dibawa ke Polsek Pondokgede," ujarnya.
Sementara korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun tak lama setelah dirawat, nyawa korban tak bisa tertolong.
Polisi lalu menyita sebilah pisau dapur dan pakaian korban sebagai barang bukti. Dan untuk pelaku terancam Pasal 351 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.