nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Bebaskan 9 WNI Korban Salah Tangkap Tentara Malaysia

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 23:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 15 340 2117360 tni-bebaskan-9-wni-korban-salah-tangkap-tentara-malaysia-Dd4Kj8YqV6.jpg Foto Istimewa

SANGGAU - Valentina tak berhenti menangis. Isak tangis perempuan asal Dusun Panga, Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini saat menyambut kedatangan suaminya, Riko di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Senin (14/10/2019).

Riko, merupakan satu diantara sembilan warga Panga yang ditangkap Tentara Diraja Malaysia (TDM) di Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan Malaysia dengan Indonesia pada Jumat 11 Oktober 2019 lalu.

"Empat hari saya menunggu suami. Hari ini baru dipulangkan. Saya sangat terpukul. Semoga ini tidak terulang lagi. Terimakasih TNI, sudah membebaskan suami saya," ucap Valentina sambil terisak.

Sembilan WNI asal Panga yaitu Acung (53), Bayak (53), Riko (29), Toto (34), Opot (42), Sabeng (49), Medi (27), Rudi (36) dan Alex (19). Mereka ditangkap bukan karena melakukan tindak pidana di negeri orang. Melainkan menjadi korban salah tangkap oleh TDM usai berbelanja keperluan kegiatan adat.

 TNI

Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto mengatakan, pembebasan ini berawal saat pihaknya mendapat laporan terkait penangkapan sembilan WNI.

"Setelah itu, kami langsung berkomunikasi dengan ILO TNI di Kuching, Imigrasi dan TDM untuk memulangkan mereka," ungkap Dwi Agung Prihanto saat menyambut kedatangan sembilan WNI di PLBN Entikong, kemarin.

Pembebasan ini hasil kerjasama Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns bersama Indonesian Liaison Officer (ILO) TNI pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Sarawak, Malaysia.

"Jadi, mereka ini ke Malaysia untuk membeli kebutuhan kegiatan adat. Setelah kembali ke Indonesia, di tengah perjalanan pulang mereka bertemu dengan TDM yang sedang berpatroli dan diamankan di situ," ujar Dwi Agung.

Damianus Bayak, satu diantara korban salah tangkap mengatakan, mereka ditahan di Depo Imigresen Semunja Malaysia sejak Jumat itu. Dia mengaku, tak ada perlakuan kasar dari pihak Malaysia kepada dia dan kawan-kawannya.

"Kami ditahan di Imigrasi, bukan di Balai Polis. Perlakuan ke kami baik. Sehari empat kali dikasih makan. Masuk (tahanan) biasa, keluar juga (kondisinya) biasa. Kami tidak diapa-apakan," tuturnya.

Kepulangan para korban ini disambut Danrem 121/Abw Brigjend TNI Bambang Trisnohadi, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot serta Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan, pembebasan sembilan WNI itu adalah bentuk perlindungan negara kepada masyarakatanya. Selain itu, negara melalui pemerintah menjamin perlindungan kepada masyarakat dengan pemberian identitas baik berupa Paspor maupun Pass Lintas Batas (PLB) bagi warga perbatasan.

"Paspor dan PLB ini identitas masyarakat. Ketika mereka melintas negara, mereka wajib membawa dokumen-dokumen ini untuk melindungi mereka," katanya.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah sudah memberi imbauan kepada semua warga di perbatasan.

"Kami imbau sudah dari dulu, bukan hari ini saja, agar pada saat berkunjung ke seberang (Malaysia), meskipun untuk kunjungan keluarga wajib membawa Paspor atau PLB," ucap Yohanes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini