Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim Densus 88 Geledah Rumah Kos di Sukoharjo

Bramantyo , Jurnalis-Selasa, 15 Oktober 2019 |19:41 WIB
Tim Densus 88 Geledah Rumah Kos di Sukoharjo
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

SUKOHARJO - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri mengeledah rumah kos Seringan Permai, di Jalan Mangesti Raya Serongan, Mayang, Gatak, Sukoharjo.

Kedatangan tim Densus 88 yang di beck up Polres Sukoharjo mengejutkan warga yang tinggal tak jauh dari rumah kos tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Okezone, rumah kos itu dihuni oleh satu keluarga terdiri dari suami,istri dan empat orang anak. Ketua RT Sri Widodo membenarkan bila rumah kos tersebut dihuni oleh satu keluarga.

"Benar, rumah kos itu dihuni oleh satu keluarga. Anaknya empat, kalau dari data pemilik kos, namanya AK (31) warga asal Bekasi. Dia sudah ditangkap pagi hari tadi," kata Sri Widodo, Selasa (15/10/2019).

 Baca juga: Polri Pastikan Penangkapan 26 Teroris Tak Terkait Pelantikan Presiden

Menurut Sri Widodo, satu keluarga itu menempati kamar kos nomor 5 baru dua bulan. Sejak tinggal di kamar kos itu, sampai sekarang AK tidak pernah menyerahkan identitasnya pada dirinya selaku ketua RT.

"Sudah tinggal di kamar kos nomor 5 sejak dua bulan. Tapi sampai sekarang AK tidak pernah menyerahkan kartu identitasnya pada saya,"terangnya.

Sehingga Sri Widodo sendiri tidak pernah mengetahui pasti apa pekerjaan AK selama ini. Sedangkan dari kamar kos, Densus 88 tidak membawa benda apapun dari dalam rumah yang terlihat mencurigakan.

"Sepertinya (Densus) tidak membawa barang-barang yang mencurigakan," ujarnya.

 Baca juga: Terduga Teroris Cirebon Siapkan Bom dari Bahan Kimia Beracun

Sementara itu, Kapolsek Gatak AKP Yulianto mengatakan, jalannya penggeledahan yang dilakukan oleh Densus berlangsung 45 menit. Selain di Gatak, Densus pun membekuk tiga orang terduga teroris dari tiga lokasi yang berbeda.

"Satu di Desa Mayang, satu lagi di Desa Purbayan, Baki. Dari lokasi itu, ada tiga orang terduga yang ditangkap. Kami hanya backup pengamanan saja," kata Yulianto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement