nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia Berjanji Cegah Pertempuran Antara Pasukan Turki dan Suriah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 09:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 18 2117509 rusia-berjanji-cegah-pertempuran-antara-pasukan-dan-suriah-vLAcHc78Y1.jpg Foto: Reuters.

MOSKOW – Rusia menyatakan tidak akan membiarkan terjadinya pertempuran antara pasukan Turki dan Suriah, seiring dengan terus berlanjutnya operasi militer Turki di utara Suriah. Pernyataan itu disampaikan pejabat Moskow setelah tercapainya kesepakatan antara Pemerintah Suriah dengan milisi pimpinan Kurdi di Suriah.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima ... dan karena itu tentu saja kami tidak akan mengizinkannya," kata utusan khusus Moskow untuk Suriah, Alexander Lavrentyev sebagaimana dilansir BBC, Rabu (16/10/2019).

BACA JUGA: AS Jatuhkan Sanksi pada Turki Terkait Serangan ke Suriah

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukannya, yang telah dikerahkan di Suriah sejak 2015, berpatroli di sepanjang "garis kontak" antara pasukan Suriah dan Turki.

Selama kunjungan ke Uni Emirat Arab, Lavrentyev mengatakan bahwa serangan Turki ke Suriah "tidak dapat diterima".

Foto: BBC.

Dia mengatakan bahwa di bawah perjanjian sebelumnya, Turki hanya dapat masuk sejauh 5-10 km ke wilayah Suriah, jauh dari "zona aman" sejauh 30 kilometer yang diusulkan Ankara. Dia juga mengatakan bahwa Turki tidak memiliki hak untuk secara permanen mengerahkan pasukannya di negara itu. Lavrentyev mengatakan bahwa Suriah tengah melakukan kontak dengan Turki untuk menghindari konflik.

Lavrentyev juga mengonfirmasi bahwa Rusia telah membantu menengahi kesepakatan antara Kurdi dan Damaskus yang membuat pasukan pimpinan Kurdi menyerahkan wilayah kepada pasukan pemerintah Suriah dengan imbalan dukungan militer.

Serangan Turki, yang dimulai pekan lalu, bertujuan untuk mendorong milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dari wilayah perbatasan. Turki menganggap kelompok milisi terbesar di SDF sebagai organisasi teroris.

Pemerintah Turki ingin menciptakan "zona aman" di daerah itu, dan ingin memukimkan kembali pengungsi Suriah yang saat ini ditampung di Turki di sana.

BACA JUGA: Kurdi Capai Kesepakatan dengan Pemerintah Suriah untuk Hadapi Serangan Turki

Laporan PBB menyebutkan bahwa sejauh ini puluhan warga sipil telah tewas dalam operasi militer Turki itu, sementara puluhan ribu lainnya telah melarikan diri dari daerah tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan operasi itu akan berlanjut sampai "tujuan telah tercapai" negaranya meskipun ada keterlibatan pasukan pemerintah Suriah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini