nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erdogan: Turki Tidak Akan Umumkan Gencatan Senjata di Utara Suriah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 14:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 18 2117687 erdogan-turki-tidak-akan-umumkan-gencatan-senjata-di-utara-suriah-wZp6li9BsC.jpg Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bahwa Turki tidak akan mengumumkan gencatan senjata di timur laut Suriah dan tidak akan bernegosiasi dengan pasukan Kurdi dalam operasi militernya di wilayah itu.

Pada Selasa, Turki terus melanjutkan serangannya terhadap milisi YPG Kurdi di utara Suriah terlepas dari sanksi AS dan berbagai seruan operasi militer itu dihentikan. Sementara itu tentara Suriah yang didukung Rusia telah bergerak ke kota utama Manbij yang ditinggalkan oleh pasukan AS.

BACA JUGA: AS Jatuhkan Sanksi pada Turki Terkait Serangan ke Suriah

YPG, yang merupakan komponen utama pasukan milisi yang memerangi Negara Islam (IS), dipandang oleh Ankara sebagai kelompok teroris yang terkait dengan pemberontak separatis Kurdi di Turki.

Pada Senin, Trump mengumumkan sanksi pada Turki untuk menghukumnya karena ofensif di utara Suriah. Sehari kemudian, pada Selasa seorang pejabat senior AS mengatakan Washington akan mengancam lebih banyak sanksi untuk membujuk Turki mencapai gencatan senjata dan menghentikan ofensifnya.

Foto: BBC.

Namun, berbicara kepada wartawan dalam penerbangan kembali dari Baku, Erdogan mengatakan serangan itu akan berlanjut sampai Turki mencapai tujuannya, dan menambahkan bahwa ia tidak khawatir tentang sanksi.

"Mereka mengatakan 'nyatakan gencatan senjata'. Kami tidak akan pernah mendeklarasikan gencatan senjata, ”kata Erdogan sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (16/10/2019). “Mereka menekan kami untuk menghentikan operasi. Mereka mengumumkan sanksi. Tujuan kami jelas. Kami tidak khawatir dengan sanksi apa pun,” katanya.

Erdogan mengatakan bahwa dia telah menyampaikan kepada Trump dalam percakapan telepon awal pekan ini bahwa dia harus mengirim delegasi AS ke Ankara untuk membahas tuntutan mereka dan mencoba mencapai kesepakatan. Gedung Putih mengatakan pada Selasa bahwa Wakil Presiden Mike Pence akan bertemu dengan Erdogan di Ankara pada Kamis.

Pemimpin Turki itu juga mengatakan bahwa dia tidak mempermasalahkan terlibatnya pasukan Pemerintah Suriah yang kini berada di Manbij. Dia juga mengungkapkan bahwa hal itu telah disampaikannya kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin yang merupakan sekutu kuat Suriah.

“Rezim yang memasuki Manbij tidak terlalu negatif bagi saya. Mengapa? Lagipula itu tanah mereka. Tetapi, yang penting bagi saya adalah bahwa organisasi teroris tidak tinggal di sana, ”kata Erdogan, merujuk pada YPG.

BACA JUGA: Kurdi Capai Kesepakatan dengan Pemerintah Suriah untuk Hadapi Serangan Turki

“Saya juga mengatakan ini kepada Putin. Jika Anda membersihkan Manbij dari organisasi teroris, maka silakan, Anda atau rezim dapat menyediakan semua logistik. Tetapi jika Anda tidak akan melakukan ini, orang-orang di sana menyuruh kami untuk menyelamatkan mereka,” tambahnya.

Erdogan juga mengatakan bahwa serangan dari Manbij pada Selasa, yang menewaskan seorang tentara Turki, diluncurkan oleh pemerintah Suriah, dan bahwa Turki "membuat rezim membayar mahal" sebagai pembalasan.

Kurdi Capai Kesepakatan dengan Pemerintah Suriah untuk Hadapi Serangan Turki


1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini