nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

834 Hektar Lahan di Gunung Arjuno Terbakar

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 23:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 17 519 2118352 834-hektar-lahan-di-gunung-arjuno-terbakar-4IgUbOztMU.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MALANG - Sebanyak 834 hektar lahan hutan konservasi Gunung Arjuno, yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo terbakar dalam sepekan.

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahura R. Soerjo, Dedi Hadiana mengatakan, 834 hektar tersebut terbagi di dua wilayah yakni di Blok Gunung Ringgit yang masuk wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedangkan Curah Seriti dan Blok Putuk Lembu berada di Desa Toyomerto, Singosari, Kabupatèn Malang.

"Kalau yang di Blok Gunung Ringgit seluas 668 hektar yang terbakar. Kalau di Curah Seriti dan Blok Putuk Lembu Desa Toyomerto itu ada 175 hektar yang terbakar," jelas Dedi Hadiana kepada Okezone, Kamis (17/10/2019).

 Baca juga: Ini Penyebab Kebakaran di Gunung Arjuno Terus Meluas

Dari mayoritas area yang terbakar didominasi oleh alang - alang dan hutan cemara hutan yang rawan terbakar jika musim kemarau panjang tiba.

"Vegetasi yang terbakar didominasi cemara gunung dan alang - alang. Itu sudah total dari lahan yang terbakar," lanjutnya.

Pihaknya juga masih menutup akses pendakian ke Gunung Arjuno dan Welirang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mengingat api sewaktu - waktu bisa muncul lagi jika bara kembali menyala.

"Kalau pendakian kami tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mungkin bisa jadi menunggu musim hujan, nanti bulan Desember kita akan evaluasi lagi," bebernya.

 Baca juga: 22 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga hingga Waspada, Warga Diimbau Jauhi Kawah

Dedi juga menyebut tanggap darurat bencana kebakaran hutan Gunung Arjuno dan Welirang belum dicabut oleh BPBD Jawa Timur, meski demikian helikopter yang digunakan waterboombing belum berhasil melakukan pemadaman lantaran akses yang tertutup awan.

"Hingga kini masih belum dicabut tanggap daruratnya. Tapi dari kemarin helikopter belum berhasil melakukan waterboombing karena lokasi tertutup kabut," pungkasnya.

Kebakaran lahan hutan di Gunung Arjuno dan Welirang sendiri telah terjadi sejak sepekan terakhir. BPBD Jawa Timur sendiri sampai meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk mengerahkan helikopter guna memadamkan api sejak Selasa siang. Namun helikopter tersebut hingga Kamis ini belum berhasil memadamkan titik api lantaran tertutup kabut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini