nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bea Cukai Banten Terbitkan Izin Kawasan Berikat untuk Perusahaan Pengolah Biji Nikel

Jum'at 18 Oktober 2019 17:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 18 1 2118753 bea-cukai-banten-terbitkan-izin-kawasan-berikat-untuk-perusahaan-pengolah-biji-nikel-0bWd2PLrJk.jpg Foto: Dirjen Bea Cukai

TANGERANG SELATAN – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten menerbitkan izin kawasan berikat kepada PT Cahaya Modern Metal Industri (CMMI) yang berlokasi di Kecamatan Cikande, Serang pada Selasa 15 Oktober 2019. PT CMMI bergerak di bidang pengolahan bijih nikel (ore nikel) menjadi produk nikel pig iron (NPI).

Nikel ore adalah batuan mineral yang merupakan bahan baku pembuatan logam nikel. Nikel adalah unsur kimia dengan simbol Ni dan nomor atom 28. Logam ini berwarna putih perak berkilau dengan sedikit nuansa kuning keemasan. Sedangkan NPI adalah feronikel berkadar rendah. Latar belakang diproduksinya NPI sebagai alternatif pengganti bahan baku dalam pembuatan baja tahan karat (stainless steel).

Diketahui pada 2019, pemerintah melarang melarang ekspor bijih nikel atau nikel ore lewat Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 tahun 2019. Salah satu alasannya untuk menjaga cadangan dan juga mempertimbangkan banyaknya smelter nikel yang beroperasi di Indonesia. Dengan terbitnya aturan tersebut, bijih nikel dapat diolah di negeri sendiri menjadi nikel olahan dan mendatangkan nilai tambah lebih besar.

Menurut Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, Mohammad Aflah Farobi, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai menyediakan berbagai fasilitas fiskal guna mendukung kemudahan dan peningkatan ekspor, salah satunya ialah kawasan berikat. Melalui peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 131/PMK.04/2018 tentang kawasan berikat, Bea Cukai memastikan pemberian fasilitas ini tepat sasaran, yaitu tepat dalam konteks pengusaha yang diberikan fasilitas ini adalah pengusaha yang mampu meningkatkan investasi manufaktur di Indonesia. Hal ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong ekspor dan meningkatkan investasi.

“Pemberian izin kawasan berikat terhadap perusahaan pengolah bijih nikel membuktikan bahwa Bea Cukai turut memberikan dukungan terhadap program hilirisasi mineral atau pengembangan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) di Indonesia,” ungkap Aflah. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini