nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Tewas Setelah Pabrik Garmen Dibakar Penjarah di Chile

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 10:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 21 18 2119561 lima-tewas-setelah-pabrik-garmen-dibakar-penjarah-dalam-demonstrasi-di-chile-RXEZaFjp5D.jpg Demonstran bentrok dengan polisi anti huru-hara di Santiago, Chile. (Foto: AFP)

SANTIAGO - Lima orang tewas tewas setelah sebuah pabrik garmen di dekat Santiago dibakar oleh penjarah di tengah gelombang demonstrasi yang terjadi di Ibu Kota Chile itu. Insiden itu menambah jumlah korban jiwa dalam demonstrasi yang mulanya dipicu oleh kenaikan tarif angkutan umum.

Kerusuhan yang dipicu oleh protes atas kenaikan tarif kereta komuter sekarang ditangguhkan, telah meluas, menjadi sebuah cermin kemarahan rakyat atas biaya hidup dan ketidaksetaraan yang tinggi.

BACA JUGA: Kerusuhan Besar Guncang Ibu Kota, Chile Umumkan Keadaan Darurat

Militer dan polisi menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap para demonstran, dan memberlakukan jam malam di kota-kota besar. Presiden Sebastián Piñera telah membela tanggapan pemerintahnya yang memberlakukan keadaan darurat menyusul demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi pada Jumat.

"Saya yakin bahwa demokrasi tidak hanya memiliki hak, demokrasi memiliki kewajiban untuk mempertahankan diri menggunakan semua instrumen yang disediakan demokrasi itu sendiri, dan aturan hukum untuk memerangi mereka yang ingin menghancurkannya," kata Piñera setelah pertemuan darurat dengan para pejabat, sebagaimana dilansir BBC.

Protes berlanjut di seluruh negeri meskipun keadaan darurat telah diberlakukan di lima wilayah. Ribuan tentara dan tank telah dikirim ke jalan-jalan ibu kota dan kota-kota lain untuk pertama kalinya sejak 1990, ketika Chile kembali ke demokrasi setelah kediktatoran Augusto Pinochet.

Foto: Reuters.

Pada Minggu, penjarahan dan pembakaran berlanjut dan pengunjuk rasa membakar lebih banyak bus, menghancurkan stasiun metro dan bentrok dengan polisi anti huru hara.

Jam malam diberlakukan di wilayah Santiago, Valparaíso, Coquimbo y Biobío.

Di Santiago, hampir semua angkutan umum ditangguhkan, penerbangan keluar dari bandara internasional dibatalkan dan toko-toko tetap tutup.

Pada Sabtu, sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan pembakaran di dua supermarket di Santiago.

BACA JUGA: Supermarket Terbakar dalam Kerusuhan di Chile, Tewaskan Tiga Orang

Pejabat terkait mengatakan bahwa lebih dari 1.400 orang ditahan di seluruh negeri terkait demonstrasi yang terjadi. Sementara dua orang dilaporkan menderita luka tembak setelah bentrokan dengan polisi.

Kerusuhan terburuk di Chile dalam beberapa dasawarsa itu, telah menyingkap perpecahan di negara tersebut. Chile merupakan salah satu yang terkaya di Amerika Selatan, tetapi juga salah satu yang memiliki ketidaksetaraan tertinggi, sehingga memunculkan seruan untuk reformasi ekonomi yang intensif.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini