Keraton Mempawah Gelar Event Budaya Robo-Robo, Wujud Hormati Sejarah

Selasa 22 Oktober 2019 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 22 1 2120132 keraton-mempawah-gelar-event-budaya-robo-robo-wujud-hormati-sejarah-TyoA8ZIB0b.jpg Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Fahmizal Usman (Foto: Kemenpar)

MEMPAWAH - Keraton Mempawah menggelar event budaya Robo-Robo selama dua berturut-turut, Senin 21 Oktober dan Selasa 22 Oktober 2019. Event tahunan ini diawali dengan pencucian benda-benda pusaka kerajaan.

Keluarga Kerajaan yang dipimpin Raja Mempawah XIII, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, lebih dulu melaksanakan pelepasan puaka/satwa pada Senin pagi. Dan sorenya, keluarga kerajaan mengadakan ritual budaya mencuci benda pusaka peninggalan Istana Amantubillah Mempawah di Taman Benteng Batu.

Sejumlah barang pusaka, seperti pedang, pisau, tombak, meriam dan berbagai benda lainnya, terlihat dikeluarkan dari istana menuju taman untuk dicuci. Pencucian benda pusaka disaksikan langsung oleh tamu undangan dari berbagai wilayah Indonesia.

Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengatakan, membersihkan pusaka berarti kembali mengingat sejarah dan wujud menghargai sejarah. "Kita bersihkan pusaka, artinya leluhur kita, kita ingat kembali. Ini sama seperti saat kita ziarah. Kuburan kita bersihkan, artinya apa kita mengingat kembali sejarah kita, asal kita," tuturnya.

Di hari kedua event budaya Robo-Robo, dilanjutkan dengan ziarah makam. Keluarga kerajaan ramai-ramai mendatangi makam Raja I. Selanjutnya diadakan pula musyawarah alam raja-raja dan para bangsawan. Acara diikuti tetua adat, para pemuda, perwakilan mahasiswa dan lainnya.

Masih di hari kedua event, yang tak kalah penting ritual adat Toana, yakni penganugerahan gelar Amantubilah di lingkungan kerajaan.

"Saya setuju pentingnya menempatkan raja, ratu, sultan, pemangku adat, dan kepala suku dalam setiap aspek kehidupan di Mempawah. Ini sebagai bentuk penghargaan darma bakti atas jasa-jasa dan pengorbanan mereka," ujar Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Fahmizal Usman.

Sementara itu, Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya menyambut baik budaya yang diangkat dalam acara tersebut. Menurutnya, budaya menjadi salah satu alasan ketertarikan turis datang ke Indonesia.

Arief pun mendorong agar para penggiat kebudayaan mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi. "Yang terpenting, budaya harus terus dilestarikan. Semakin dilestarikan, akan makin menyejahterakan," tegasnya. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini