3 Polisi Chile Diduga Pakai Kokain Sebelum Amankan Demonstrasi

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 22 Oktober 2019 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 22 18 2120161 3-polisi-chile-diduga-pakai-kokain-sebelum-amankan-demonstrasi-FR1UbEc5mu.jpg Polisi Chile tembakan gas air mata ke pedemo. (Foto/Reuters)

SANTIAGO – Sebuah video menunjukkan polisi Chile menggunakan narkoba sebelum mengamankan para pengunjuk rasa yang melakukan protes di Santiago de Chile, ibu kota negara itu.

Dalam rekaman, tiga polisi yang mengenakan pakaian polisi anti huru-hara tampak berkumpul dengan kepala menunduk seperti menghisap semacam bubuk.

Rekaman itu bereda di media sosial. Waktu pengambilan dan lokasi video tidak diketahui dengan jelas. Tidak verifikasi yang dilakukan dari pihak manapun termasuk pemerintah terkait video tersebut.

Protes warga Chile merespons kenaikan tarif angkutan umum sebesar 4% oleh Presiden Chile Sebastian Pinera yang memicu demonstrasi.

Baca juga: Lima Tewas Setelah Pabrik Garmen Dibakar Penjarah di Chile

Baca juga: Kerusuhan Besar Guncang Ibu Kota, Chile Umumkan Keadaan Darurat

Sedikitnya 11 orang tewas akibat bentrokan antara pendemo dan petugas keamanan. Kantor Jaksa Agung Chili mengutip Daily Mail, Selasa (22/10/2019) melaporkan bahwa 2.151 orang ditangkap, 67 polisi terluka dan 819 orang terluka.

Setidaknya tiga orang ditemukan tewas di dalam sebuah gedung yang dijarah selama akhir pekan, dan lima lainnya ditemukan tewas di ruang bawah tanah gudang yang terbakar.

Para pejabat juga menemukan dua mayat di sebuah supermarket yang dibakar.

Para pengunjuk rasa membakar 78 stasiun 136 sistem kereta bawah tanah dan membakar puluhan lainnya sebagai bagian dari aksi mereka.

Setidaknya 110 toko dijarah dan 13 lainnya dibakar.

Presiden Sebastián Piñera telah menangguhkan kenaikan tarif angkutan umum yang memicu protes massal tersebut, tetapi kerusuhan terus berlanjut. Tentara dan tank dikerahkan setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam di ibu kota.

Tentara yang berpatroli di jalan-jalan di Santiago membangkitkan ingatan akan kediktatoran militer Jenderal Augusto Pinochet, yang berakhir pada 1990.

Krisis ini juga mencerminkan kemarahan yang membara atas ketimpangan ekonomi di Chile, serta sistem kesehatan, pendidikan, dan pensiun yang dipandang oleh banyak orang tidak layak.

Ratusan pemrotes menentang keputusan darurat untuk menghadapi polisi dan polisi merespons dengan gas air mata dan aliran air untuk membubarkan demonstran di salah satu jalan utama Santiago.

Komisioner HAM PBB, Michelle Bachelet, seorang mantan presiden Chili, menyerukan penyelidikan independen atas kematian dalam protes di negara itu.

Sebagian besar sekolah di kota ditutup, dengan alasan kekhawatiran akan keselamatan pekerja dan siswa mereka.

Piñera memperpanjang keadaan darurat pada Minggu malam, dengan mengatakan 'kami dalam keadaan perang,' melawan pengacau yang telah datang berbondong-bondong ke ibu kota selama akhir pekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini