nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel Berencana Hapus Kurikulum Tentang Palestina di Yerusalem

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 16:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 22 18 2120264 israel-berencana-hapus-kurikulum-tentang-palestina-di-yerusalem-sbqyfwjCUe.jpg Sekolah Palestina di Yerusalem Timur. (Foto: Reuters)

KAIRO - Lebih dari 10.000 anak Palestina terancam belajar dengan buku-buku sekolah yang disimpangkan di Yerusalem yang diduduki. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Palestina, Basri Saleh pada Minggu.

Berdasarkan laporan Arab48, selama pertemuan yang digelar di Kairo, Basri mengatakan bahwa pemerintah pendudukan Israel telah bekerja keras untuk memaksakan narasi Israel yang terdistorsi terkait dengan sejarah Palestina dan konflik dalam buku-buku sekolah.

BACA JUGA: Israel Tutup Sekolah, Puluhan Anak Palestina Belajar di Jalan

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah pendudukan Israel telah mengerahkan upaya untuk memaksakan kurikulum Israel pada sekolah-sekolah Palestina di Yerusalem yang diduduki.

"Yerusalem sedang menunggu upaya intensif dari kami," katanya dalam pertemuan itu sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Selasa (22/10/2019). Dia menyerukan Liga Arab untuk mengatasi kebutuhan pendidikan mendesak warga Palestina di Yerusalem.

Basri juga menekankan pentingnya menghadapi "agresi Israel terus menerus" di Yerusalem, terutama agresi terhadap silabus pendidikan anak Palestina.

"Pendudukan Israel masih menargetkan sekolah, guru, dan siswa Palestina," katanya, mencatat bahwa banyak guru dan siswa Palestina telah ditahan dan dibunuh.

Dia juga menyerukan pentingnya membantu mempertahankan UNRWA karena mencerminkan keberlanjutan masalah pengungsi. UNRWA adalah dana bantuan internasional untuk pengungsi Palestina.

BACA JUGA: AS Resmi Potong Rp866 Miliar dari Dana Bantuan Pengungsi Palestina

Pada Oktober tahun lalu, Wali Kota Israel Israel, Nir Barkat, mengumumkan bahwa ia berencana untuk menghapus badan PBB untuk pengungsi Palestina itu dari Yerusalem Timur yang diduduki, dengan menuduhnya "beroperasi secara ilegal dan mempromosikan hasutan terhadap Israel".

Kota Yerusalem juga mengatakan sekolah-sekolah PBB, yang melayani sekitar 1.800 siswa, akan ditutup. Pemerintah kota tidak memberikan jadwal waktu khusus untuk penutupan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini