nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliarder Norwegia Gelontorkan Rp22 Miliar untuk Bantah Teori Darwin

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 25 18 2121799 miliarder-norwegia-gelontorkan-rp22-miliar-untuk-bantah-teori-darwin-TxQIhZjbmF.jpg Foto: Reuters.

OSLO - Salah satu orang terkaya di Norwegia, Einar Johan Rasmussen menggelontorkan USD1,6 juta (sekira Rp22,4 miliar) untuk sebuah yayasan yang bertujuan membuktikan kesalahan teori evolusi Darwin dan menggantikannya dengan teori desain cerdas (intelligent design).

Yayasan BioCosmos menyerukan "debat yang lebih terbuka tentang biologi dan kosmos" dan menargetkan "semua orang yang tertarik pada sains dan pertanyaan besar," terutama "remaja dan pemuda" - termasuk anak-anak sekolah.

Seperti halnya semua pendukung teori intelligent design, yayasan itu memuji kebaikan teori pseudo-sains bahwa alam diatur dengan sangat rapi dan dibuat dengan baik sehingga tidak mungkin berevolusi melalui seleksi alam dan mestinya direkayasa.

Rasmussen, 81 tahun, seorang pengusaha kapal dari Kristiansand di selatan Norwegia dalam sebauh wawancara mengatakan kepada penyiar nasional NRK bahwa "keinginannya adalah membuat banyak dari penelitian modern ini diketahui publik. Penelitian itu berbeda dengan (teori) Darwin secara signifikan.”

Miliarder itu setuju dengan Yayasan BioCosmos, yang anggotanya termasuk seorang profesor Denmark, seorang dokter, seorang insinyur sipil dan seorang teolog, bahwa evolusi "tidak dapat lagi diklarifikasi sebagai hasil dari mutasi dan pilihan alami yang kebetulan."

Langkah Rasmussen yang dianggap berusaha mempengaruhi sistem pendidikan Norwegia itu mendapat banyak reaksi keras.

"Sangat salah bagi orang kaya untuk mencoba membeli akses ke ruang kelas Norwegia," kata anggota parlemen Torstein Tvedt Solberg kepada NRK sebagaimana dilansir RT. “Ini terlalu alternatif, itu tidak ilmiah. Cukup dekat dengan sampah. "

"Ketika Anda bertanya-tanya bagaimana alam muncul, Anda harus berbicara dengan seorang ilmuwan," kata peneliti Martin Jakobsen di Ansgar Theological College di Kristiansand kepada NRK. "Ketika Anda bertanya-tanya bagaimana fungsi Tuhan, Anda dapat berbicara dengan seorang teolog."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini